Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon memberikan pelatihan instalasi listrik rumah tinggal bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan untuk bekerja dan berwirausaha setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon Zulkipli Salampessy, di Ambon, Maluku, Senin, mengatakan pelatihan kejuruan listrik tersebut dirancang agar warga binaan memiliki keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Pembinaan keterampilan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing warga binaan ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali berintegrasi dengan masyarakat," katanya.
Menurut Zulkipli, pelatihan instalasi listrik rumah tinggal tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga melatih peserta menerapkan prosedur kerja yang aman dan sesuai standar kompetensi.
Materi dasar yang diberikan antara lain pengenalan komponen instalasi listrik rumah tinggal, fungsi dan penggunaan peralatan kelistrikan, pemasangan kabel dan sakelar, instalasi lampu serta stop kontak, hingga pengenalan pengaman listrik seperti miniature circuit breaker (MCB).
Peserta juga diajarkan membaca gambar atau rangkaian instalasi sederhana, melakukan penyambungan kabel dengan benar, serta memeriksa instalasi untuk memastikan tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan korsleting maupun risiko sengatan listrik.
"Harapannya mereka tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu mengerjakan instalasi sederhana dengan memperhatikan keselamatan kerja dan standar yang berlaku," ujarnya.
Dia mengatakan keterampilan tersebut dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi pekerjaan setelah warga binaan bebas, baik dengan bekerja pada bidang kelistrikan maupun membuka jasa instalasi secara mandiri.
Pelatihan itu, kata dia, merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian Lapas Ambon. Peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang dapat mendukung proses memperoleh sertifikat kompetensi.
Sementara itu, Sub Koordinator Bidang Produktivitas BPVP Ambon Ferdinandus Rianto Sampe mengatakan pelatihan tersebut disusun berdasarkan standar kompetensi kerja sehingga peserta memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.
"Pelatihan ini dirancang dengan standar kompetensi kerja yang jelas. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga sertifikat kompetensi yang diperoleh benar-benar dapat menjadi tiket yang diakui di dunia industri maupun untuk berwirausaha mandiri," katanya.
Ia menjelaskan aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pelatihan kelistrikan karena pekerjaan instalasi memiliki risiko apabila dilakukan tanpa pengetahuan dan prosedur yang tepat.
Selain memahami fungsi setiap komponen, peserta juga diarahkan untuk mengenali potensi bahaya listrik, menggunakan peralatan kerja secara benar, serta memastikan sumber listrik dalam kondisi aman sebelum melakukan pekerjaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Ambon Hendra Budiman mengatakan pembinaan keterampilan diarahkan untuk memberikan modal kemandirian kepada warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
"Lapas Ambon tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai pusat pembinaan yang menyiapkan bekal kehidupan bagi warga binaan," katanya.
Ia mengatakan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat membuka aktivitas ekonomi yang positif sehingga warga binaan memiliki pilihan untuk hidup mandiri setelah bebas.
"Tujuan utama kami memastikan setiap warga binaan memiliki modal berupa keahlian sebelum kembali ke masyarakat. Melalui pelatihan instalasi listrik ini, kami ingin mereka memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha," ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.