Ambon (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, Maluku, menghadirkan Dapur Sehat "BESTI" untuk memastikan penyediaan makanan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) berlangsung higienis, aman, sehat, dan sesuai standar pemenuhan kebutuhan dasar.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon Jeffry Persulessy pada peresmian Dapur BESTI di Ambon, Senin, mengatakan Dapur BESTI yang merupakan singkatan dari Bersih, Efisien, Sehat, Tertib, dan Inovatif, menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola penyelenggaraan makanan bagi WBP.
"Penyelenggaraan makanan merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar WBP. Karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kualitas," ujarnya.
Ia menjelaskan Dapur BESTI merupakan hasil renovasi dan pembenahan fasilitas dapur sebelumnya dengan penataan yang memperhatikan kebersihan, kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta efektivitas proses pengolahan dan penyediaan makanan.
Menurut dia, kualitas makanan bagi WBP tidak hanya ditentukan dari menu yang disediakan, tetapi juga bagaimana bahan makanan diterima, disimpan, diolah hingga didistribusikan kepada warga binaan.
Karena itu, kata dia, pengelolaan dapur harus dilakukan secara tertib dengan menjaga kebersihan fasilitas maupun peralatan yang digunakan dalam setiap tahapan pengolahan makanan.
"Yang paling penting adalah bagaimana standar kebersihan dan keamanan makanan ini bisa dijaga secara konsisten, bukan hanya ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari rutinitas pelayanan sehari-hari," katanya.
Dirinya mengatakan pembenahan fasilitas tersebut juga mendorong petugas dan warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan dapur untuk memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Ricky Dwi Biantoro mengatakan penguatan tata kelola penyelenggaraan makanan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar WBP sekaligus peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Ia meminta jajaran Rutan Ambon menjaga, merawat, dan mengoptimalkan fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan pada setiap tahapan penyelenggaraan makanan, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan hingga pendistribusian.
"Kita harus memastikan pelayanan pemasyarakatan di Maluku semakin profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta warga binaan," ujarnya.
Selain pembenahan dapur, Rutan Ambon terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui fasilitas Bengkel Kerja dan Perpustakaan.
Dalam kunjungan ke Bengkel Kerja, Ditjenpas Maluku juga memantau langsung aktivitas warga binaan dalam mengembangkan keterampilan, salah satunya melalui pembuatan kursi sofa.
Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas WBP sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.