Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Maluku mendorong petani di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengadopsi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
“Kolaborasi ini menjadi dorongan bersama agar petani dapat mengadopsi teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah. Riset, modernisasi, kebijakan, dan pendampingan harus berjalan bersama sehingga inovasi tidak berhenti di tingkat penelitian, tetapi diterapkan langsung oleh petani,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Senin.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BBRMP Maluku, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dinas Pertanian Kabupaten SBB, serta para penyuluh pertanian.
Kolaborasi diawali dengan penanaman padi menggunakan metode PM-AAS bersama kelompok tani di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB.
Penerapan metode tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan inovasi teknologi pertanian kepada petani sekaligus mendorong pengelolaan lahan dan budidaya padi yang lebih efektif.
Selain penanaman, rombongan juga mengunjungi fasilitas penggilingan beras untuk melihat kesiapan teknologi pascapanen. Tahapan tersebut dinilai penting karena peningkatan produktivitas pertanian perlu diikuti dengan pengelolaan hasil panen yang mampu menjaga mutu dan mengurangi kehilangan hasil.
Dalam kolaborasi tersebut, BRIN berperan melalui dukungan riset dan inovasi, sementara BBRMP Maluku mendorong penerapan teknologi modern di tingkat petani. Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten berperan dalam kebijakan serta fasilitasi, sedangkan penyuluh melakukan pendampingan di lapangan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui Seminar Nasional Pra-Muktamar VIII ICMI Tahun 2026 di Kairatu Beach dengan tema “Membangun Konektivitas, Memperkuat Ketahanan Pangan Dalam Perspektif Provinsi Kepulauan”.
Forum tersebut menekankan pentingnya kesinambungan kolaborasi antarsektor, mulai dari riset, penerapan teknologi, pendampingan petani hingga dukungan kebijakan.
“Ketahanan pangan di Maluku membutuhkan konektivitas dan kolaborasi yang berkelanjutan. Karena itu, riset, modernisasi pertanian, pendampingan, serta sinergi pemerintah harus terhubung agar mampu menghasilkan kemandirian pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi pertanian oleh petani sekaligus menjadi model penguatan sektor pertanian yang sesuai dengan karakteristik Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.