Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku memperkuat kolaborasi riset kependudukan guna mendukung pembangunan daerah yang berbasis data serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Rektor Universitas Pattimura Prof Fredy Leiwakabessy di Ambon, Kamis mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan kajian ilmiah dan data yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga di Maluku.
"Unpatti tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan," katanya di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan kerja sama dengan BKKBN perlu diarahkan pada riset yang mampu memetakan persoalan kependudukan secara lebih spesifik, mengingat karakteristik wilayah Maluku yang terdiri atas kepulauan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan akses layanan yang beragam.
Menurut dia, hasil penelitian Unpatti dapat digunakan untuk memperkuat perencanaan program, termasuk dalam memahami dinamika kependudukan, pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, serta kesiapan generasi muda memasuki kehidupan berkeluarga.
"Riset harus memiliki manfaat yang nyata. Karena itu, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung program pembangunan pemerintah," ujarnya.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan dengan Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy beserta jajaran pimpinan universitas.
Fredy mengatakan Unpatti berkontribusi melalui kapasitas dosen dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu, pengembangan basis data, pemetaan persoalan kependudukan, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pendekatan lintas disiplin tersebut dinilai penting karena persoalan kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah dan struktur penduduk, tetapi juga menyangkut pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, ketahanan keluarga, hingga kualitas sumber daya manusia.
Ia menambahkan, perspektif persiapan kehidupan berkeluarga juga perlu diperkuat dalam pengembangan riset dan program bagi generasi muda.
Hal itu penting agar generasi muda memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai untuk merencanakan kehidupan berkeluarga, termasuk dalam mengambil keputusan terkait pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan pengasuhan anak.
"Perguruan tinggi memiliki ruang yang besar untuk membangun literasi dan kesiapan generasi muda. Ini dapat dilakukan melalui riset, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan mengatakan sinergi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat program pembangunan kependudukan dan keluarga melalui pendekatan berbasis bukti.
Ia menyebut kolaborasi tidak hanya diarahkan pada investasi riset, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung program prioritas pembangunan di Maluku.
Kolaborasi Unpatti dan BKKBN diharapkan memperkuat ekosistem pembangunan kependudukan di Maluku melalui pemanfaatan data, riset, dan sumber daya akademik sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.