Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, memperoleh alokasi program cetak sawah baru seluas 1.362 hektare pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam keterangan yang diterima di Ambon, Kamis, mengatakan pelaksanaan program cetak sawah tersebut secara umum berjalan baik, namun masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu ditangani, terutama berkaitan dengan ketersediaan dan pembangunan infrastruktur irigasi.
"SBT mendapat alokasi program cetak sawah seluas 1.362 hektare. Secara umum pelaksanaannya berjalan dengan baik, tetapi tantangan utama yang perlu kita perhatikan adalah persoalan irigasi," kata dia.
Menurut dia, keberhasilan program cetak sawah tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan, tetapi juga harus ditunjang sistem pengairan yang memadai agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Dirinya mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk memastikan berbagai kebutuhan pendukung program dapat dipenuhi, sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera memberikan manfaat bagi peningkatan produksi pertanian masyarakat.
Ia menilai dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi peluang penting bagi SBT untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas dukungan program swasembada pangan di Kabupaten SBT. Ini menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan meninjau langsung perkembangan program cetak sawah tersebut untuk memastikan pelaksanaannya di lapangan berjalan sesuai sasaran.
Peninjauan dilakukan di Desa Banggoi Pancoran setelah rombongan Kementerian Pertanian tiba di Bandara Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu, menggunakan pesawat Casa TNI AD dari Ambon.
Irham didampingi Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaya Brigjen TNI Rafles Manurung, Asterdam XV/Pattimura Kolonel Inf Aris Prasetyo, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda.
Program cetak sawah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi berlanjut pada optimalisasi lahan melalui dukungan irigasi, sarana produksi, pendampingan petani, dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
Dengan alokasi 1.362 hektare tersebut, SBT memiliki peluang untuk memperluas areal produksi pangan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.