Ambon (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menggandeng Majelis Latupati dan para Raja/Kepala Pemerintah Negeri Adat se-Kota Ambon untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kolaborasi hingga ke tingkat negeri.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho mengatakan keterlibatan pemerintah adat penting karena para raja dan kepala pemerintah negeri memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat serta memahami karakter dan persoalan sosial di wilayahnya.

"Keamanan Kota Ambon tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kebersamaan. Melalui sinergi yang makin kokoh ini, kita berkomitmen bersama-sama menjaga Kota Ambon agar tetap aman, damai, dan sejahtera," kata Andrias di Ambon, Kamis.

Menurut dia, kemitraan dengan Majelis Latupati dan para Raja tidak hanya diarahkan untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga membangun komunikasi dan mendorong penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat adat.

Ia menilai komunikasi langsung dengan pemerintah negeri dapat memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus mempercepat penyampaian informasi dan penanganan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

"Pertemuan ini sangat positif dan berharga. Keamanan Kota Ambon tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kebersamaan," ujarnya.

Andrias mengatakan Polresta Ambon bersama Majelis Latupati dan pemerintah negeri juga akan memperluas kolaborasi pada pembinaan generasi muda dan penguatan ketahanan keluarga.

Pembinaan generasi muda diarahkan untuk membentuk karakter, mental, moral, serta jati diri agar mereka mampu berkontribusi dalam pembangunan Kota Ambon sekaligus terhindar dari berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu kamtibmas.

Sementara penguatan ketahanan keluarga dipandang penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan perilaku anggota masyarakat.

Ketua Majelis Latupati Kota Ambon Reza Valdo Maspaitella mengatakan pendekatan keamanan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan penegakan hukum, pembinaan masyarakat, pendekatan budaya, serta penguatan keluarga.

"Pertemuan ini diinisiasi oleh Kapolresta, dan banyak sekali pembicaraan terkait program-program antara Majelis Latupati dan Kapolresta Ambon yang akan kita laksanakan bersama," katanya.

Ia mengatakan program kolaborasi tersebut akan menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda dan keluarga di negeri-negeri adat Kota Ambon.

Sebagai langkah awal, program penguatan keluarga turut disinergikan melalui kerja sama Ketua PKK Negeri Rutong, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, dan Yayasan HOPE Worldwide Indonesia.

Untuk memastikan kerja sama berjalan secara berkelanjutan, Polresta Ambon, Majelis Latupati, dan para Raja/Kepala Pemerintah Negeri Adat menyusun rencana aksi melalui kegiatan "Road Meeting".

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran di negeri-negeri adat se-Kota Ambon. Jajaran Polresta Ambon bersama Bhayangkari, Majelis Latupati, dan pemerintah negeri akan turun langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat serta mendampingi pelaksanaan program.

Kolaborasi itu diharapkan memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat adat sekaligus menjadikan pemerintah negeri sebagai mitra strategis dalam mencegah gangguan kamtibmas dan membangun lingkungan masyarakat yang aman serta kondusif.

Para Raja dan Majelis Latupati Kota Ambon juga menyatakan kesiapan mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026