Ambon (ANTARA) -
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku, meningkatkan kapasitas dan kemampuan kru kapal dalam menghadapi kondisi darurat melalui latihan gabungan bersama sejumlah pemangku kepentingan keselamatan pelayaran di Ambon.
“Latihan ini untuk melatih koordinasi, komunikasi dan memahami peran masing-masing dalam setiap keadaan darurat. Harapannya, seluruh personel, khususnya kru kapal, bisa memahami tugas, peran dan tanggung jawab sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” kata Plt. General Manager ASDP Cabang Ambon Hafiluddin Usman di Ambon, Kamis.
Latihan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Basarnas, Polairud, Balai Karantina dan Kesehatan, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), TNI Angkatan Laut serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Dalam latihan tersebut, peserta mengikuti empat skenario keadaan darurat, yakni penanganan kebakaran, penanganan orang cedera, meninggalkan kapal atau abandon ship, serta evakuasi.
Ia mengatakan latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kru memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat di kapal.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak dalam latihan menjadi penting karena penanganan kondisi darurat di laut membutuhkan koordinasi lintas instansi.
“Kegiatan ini bisa terselenggara karena melibatkan berbagai pihak yang sangat mendukung kegiatan kami. Ini merupakan bagian dari kesadaran bahwa keselamatan harus selalu menjadi yang nomor satu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, latihan keadaan darurat secara internal dilakukan ASDP secara rutin setiap bulan untuk memastikan kru tetap terlatih dan memahami prosedur keselamatan.
Sementara latihan gabungan yang melibatkan unsur eksternal dilaksanakan secara berkala, dengan agenda gabungan tersebut dijadwalkan setahun sekali.
“Dengan latihan ini tentunya kita melatih kru untuk lebih sigap dan memahami tugas serta posisi pada saat terjadi keadaan darurat. Mereka juga harus familiar dan terbiasa menggunakan alat-alat keselamatan yang ada di kapal,” jelasnya.
Latihan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kesiapan koordinasi antarinstansi serta memastikan setiap personel memahami prosedur yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
ASDP Ambon berharap latihan rutin dan gabungan tersebut dapat memperkuat budaya keselamatan pelayaran, sehingga kru maupun pihak terkait mampu memberikan respons cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.