Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengungkapkan tiga hal yang perlu dibenahi agar target pertumbuhan ekonomi 8 persen tercapai, di antaranya kesinambungan kebijakan untuk penciptaan lapangan kerja.
Selain kesinambungan kebijakan, pemerintah dinilai perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya antara kementerian koordinator dan kementerian teknis agar pelaksanaan program prioritas bisa berjalan tepat sasaran.
"Implementasinya masih harus terus diperbaiki supaya capaian pelaksanaan program itu bisa benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat buat masyarakat," ujar Kamrussamad menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat.
Kemudian, pemerintah perlu meningkatkan komunikasi yang efektif ke masyarakat.
Menurut dia, komunikasi yang baik diperlukan agar pelaku usaha dan masyarakat memiliki kepastian mengenai arah kebijakan pemerintah.
"Yang perlu diperbaiki itu adalah komunikasi pemerintah. Harus terus ditingkatkan supaya uncertainty di pasar dan di masyarakat bisa kita kurangi," jelasnya.
Untuk kesinambungan kebijakan, kata dia, diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan efek ekonomi berganda dan menumbuhkan lapangan kerja.
"Sehingga arah kebijakan pemerintah dirasa itu betul-betul pro-growth, pro-job, dan juga pro-business untuk mendorong dunia usaha," tutur Kamrussamad.
Kamrussamad sendiri menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 bukanlah target yang mudah dicapai.
Menurut dia, ada empat sumber yang perlu didorong untuk mencapai target tersebut, yakni APBN, investasi asing, investasi dalam negeri, serta konsolidasi yang dilakukan Danantara terhadap perusahaan BUMN.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jelang pidato kenegaraan, Anggota DPR ungkap kunci pertumbuhan 8 persen
Pewarta: Bayu SaputraUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.