Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong penguatan kesehatan mental ibu sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang tangguh.
“Keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas masyarakat dan generasi di masa depan,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, di Ambon, Jumat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Kesejahteraan Mental Ibu bertema “Strong Mom, Strong Family: Merawat Diri, Menguatkan Keluarga, Mendukung Generasi” digelar Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama HOPE Worldwide Indonesia di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon.
Ia mengatakan penguatan keluarga harus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah karena keluarga merupakan unit terkecil yang menjadi dasar terbentuknya masyarakat.
“Kalau kita bicara tentang upaya pemerintah untuk membangun baik negara, provinsi maupun daerah, maka fokus utama kita sebenarnya adalah pada keluarga. Karena keluarga merupakan fondasi basis terkecil yang jika dibangun dengan baik, dia akan menjadi modal kekuatan bagi kita untuk membangun bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, ibu memiliki peran penting dalam membina keluarga, terutama dalam mendidik, mendampingi serta membentuk karakter anak.
Namun, berbagai tanggung jawab tersebut juga dapat membuat ibu mengalami kelelahan maupun tekanan emosional.
Oleh karena itu, ia menilai ibu perlu memiliki kesadaran untuk merawat diri dan mengenali kebutuhan dirinya.
Menurutnya, menjadi ibu yang kuat bukan berarti harus mampu menyelesaikan seluruh persoalan seorang diri.
“Ibu yang kuat adalah ibu yang mampu mengenali kebutuhannya. Karena kalau mengenali kebutuhannya, maka dia akan membawa dirinya untuk bisa melakukan semua hal dengan baik,” katanya.
Bodewin mengatakan pembangunan Kota Ambon tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas manusia dan ketahanan keluarga juga harus menjadi bagian dari pembangunan.
Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, TP-PKK, masyarakat dan berbagai mitra dinilai penting untuk memberikan dukungan kepada keluarga, khususnya dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Ketua HOPE Worldwide Indonesia Michael Y Tobing, mengatakan kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kondisi keluarga, termasuk pola pengasuhan, komunikasi antara pasangan dan kemampuan keluarga menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, ibu yang menjalankan banyak peran dalam keluarga kerap menempatkan kebutuhan dirinya di urutan terakhir.
“Merawat diri bukan berarti egois. Menjaga kesehatan mental bukan berarti kita lemah. Dan meminta bantuan bukan berarti kita gagal,” katanya.
Pihaknya selama ini menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi dengan TP-PKK Kota Ambon dinilai strategis karena organisasi tersebut memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat hingga tingkat bawah.
“Kami berharap semakin banyak ibu yang merasa bahwa mereka tidak sendirian. Semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan saling mendukung," katanya.
Michael juga berharap, lokakarya tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya kesehatan mental dalam keluarga.
“Kami berharap apa yang kita mulai hari ini dapat menjadi langkah kecil yang menghasilkan perubahan besar bagi keluarga dan masyarakat di Kota Ambon,” ucapnya.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.