Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyebut progres pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru telah mencapai 87,38 persen dan diharapkan segera memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi beras lokal.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, di Ambon, Rabu, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan pembangunan bendungan yang berada di Kecamatan Lolong Guba dan Waeapo tersebut.

"Di Kabupaten Buru kita terus memantau progres pembangunan bendungan yang telah mencapai 87,38 persen. Dengan beroperasinya program strategis nasional ini diharapkan akan mendukung terpenuhinya kebutuhan beras lokal bagi rakyat Maluku dari Pulau Buru," kata Hendrik dalam rapat paripurna DPRD Maluku memperingati HUT Ke-81 Maluku.

Menurut dia, keberadaan Bendungan Way Apu memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Pulau Buru sebagai salah satu kawasan penyangga pangan Maluku.

Bendungan tersebut dirancang untuk mendukung sistem irigasi pertanian dengan cakupan lahan lebih dari 10.000 hektare atau sekitar 10.562 hektare sawah di Pulau Buru.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, ketersediaan air untuk lahan pertanian diharapkan lebih terjamin, sehingga produktivitas dan kontinuitas produksi beras lokal dapat ditingkatkan.

Selain untuk irigasi, Bendungan Way Apu diprediksi memiliki kapasitas tampung sekitar 50 juta meter kubik air yang juga dimanfaatkan untuk penyediaan air baku dan pengendalian banjir di kawasan sekitar.

Bendungan yang dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp1,11 triliun itu, juga memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar delapan megawatt melalui empat unit pembangkit masing-masing berkapasitas dua megawatt.

Hendrik menilai optimalisasi manfaat bendungan setelah beroperasi menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana infrastruktur ini nantinya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam mendukung produksi pangan dan kebutuhan dasar masyarakat Maluku," ujarnya.

Ia berharap pengembangan kawasan pertanian di sekitar Bendungan Way Apu dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani, pengelolaan lahan yang produktif, serta dukungan terhadap rantai pasok hasil pertanian.

Dengan demikian, keberadaan bendungan tidak hanya menjadi infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi pengungkit bagi penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan Maluku.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026