Ambon (ANTARA) - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon mengenalkan konsep pertahanan maritim dan tugas TNI Angkatan Laut kepada generasi muda melalui kunjungan edukatif ke Kapal Republik Indonesia (KRI) Posepa-870 di Dermaga Irian, Kota Ambon, Rabu.
Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana mengatakan pengenalan lingkungan kapal perang kepada pelajar menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman mengenai karakter Indonesia sebagai negara maritim.
"Anak-anak perlu mengetahui bahwa laut bukan hanya tempat mencari ikan, tetapi juga memiliki aspek keamanan dan pertahanan yang harus dijaga. Melalui kunjungan ini mereka bisa melihat secara langsung bagaimana prajurit TNI AL menjalankan tugas di laut," katanya.
Sebanyak 65 siswa dan delapan guru SMP di Ambon mengikuti kunjungan tersebut untuk memahami secara langsung fungsi kapal perang, sistem navigasi, keselamatan pelayaran, hingga tugas patroli dalam menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
Ia menjelaskan KRI Posepa-870 merupakan kapal patroli cepat yang memiliki kemampuan untuk mendukung pengawasan dan pengamanan wilayah perairan, termasuk menghadapi berbagai potensi pelanggaran di laut.
Menurut dia, pemahaman tersebut perlu diberikan sejak dini agar para pelajar memiliki wawasan mengenai pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia.
Dalam kunjungan itu, para siswa diperkenalkan dengan anjungan kapal yang menjadi pusat kendali dan navigasi. Prajurit juga menjelaskan fungsi radar, sistem navigasi, perangkat persenjataan, serta pembagian tugas awak kapal dalam melaksanakan pelayaran dan patroli.
Fachri mengatakan KRI Posepa-870 memiliki panjang sekitar 45 meter, lebar 7,9 meter, bobot sekitar 220 ton, serta mampu mencapai kecepatan maksimum 24 knot dengan daya jangkau sekitar 1.632 mil laut.
Kapal buatan dalam negeri PT Caputra Mitra Sejati tersebut diperkuat tiga mesin utama berdaya masing-masing 1.800 HP dan dapat membawa sekitar 35 personel.
"Dalam pelaksanaan tugas, kapal ini tidak hanya berbicara mengenai persenjataan, tetapi bagaimana kapal dan seluruh personelnya mampu melaksanakan patroli, pengawasan serta memberikan respons terhadap berbagai ancaman di laut," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan kapal patroli juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan unsur pertahanan di wilayah perairan Indonesia, khususnya kawasan timur yang memiliki wilayah laut luas dan karakter geografis kepulauan.
Fachri berharap pengalaman tersebut dapat membuka wawasan pelajar mengenai dunia kemaritiman sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat laut sebagai ruang strategis yang memiliki nilai ekonomi, sosial, lingkungan, dan pertahanan.
"Harapannya mereka tidak hanya mengenal TNI AL dari apa yang dilihat atau didengar, tetapi memahami secara langsung bahwa menjaga laut membutuhkan pengetahuan, disiplin dan tanggung jawab," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.