Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebutkan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di Provinsi Maluku pada 2026 mencapai 6.880 unit dengan total anggaran Rp137,6 miliar.
Hendrik di Ambon, Kamis, mengatakan jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi BSPS pada 2025 yang hanya sebanyak 81 unit rumah.
"Pada tahun 2025 alokasi BSPS untuk Maluku sebanyak 81 unit, kemudian pada 2026 meningkat menjadi 6.880 unit dengan anggaran Rp137,6 miliar," kata dia.
Menurut dia, peningkatan alokasi tersebut menjadi peluang untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak, khususnya masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Program BSPS tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota di Maluku dengan jumlah penerima manfaat yang diperkirakan mencapai sekitar 34.400 jiwa.
Hendrik menyebutkan Kabupaten Maluku Tengah menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni sebanyak 1.612 unit rumah yang tersebar di sejumlah kecamatan.
"Ini menunjukkan adanya perhatian yang cukup besar terhadap kebutuhan perumahan masyarakat di Maluku. Kita berharap bantuan ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Ia menekankan pemerintah daerah akan terus mendorong agar pelaksanaan program perumahan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dengan menempati hunian yang nyaman di daerah itu.
Dirinya menjelaskan BSPS merupakan bantuan stimulan yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas rumah melalui penyediaan bahan bangunan dan dukungan upah tenaga kerja.
Hendrik berharap pelaksanaan program tersebut dilakukan secara tepat sasaran sehingga peningkatan alokasi BSPS pada 2026 dapat membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Maluku.
"Yang paling penting adalah manfaatnya dirasakan masyarakat. Rumah yang sebelumnya tidak layak dapat diperbaiki menjadi hunian yang lebih sehat, aman dan nyaman," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.