Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memproyeksikan pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) sebagai simpul strategis untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi di daerah itu.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis mengatakan MILH tidak hanya dibangun sebagai pelabuhan tempat kapal singgah, tetapi dirancang sebagai kawasan logistik dan industri terpadu dengan pelabuhan sebagai core infrastructure atau infrastruktur utama.
"Ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi kawasan ekonomi sekitarnya juga turut berkembang," kata Hendrik.
Menurut dia, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat konektivitas logistik antarpulau di Maluku.
MILH juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan Maluku, membuka peluang investasi, mendorong pengembangan industri, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Hendrik memperkirakan pengembangan kawasan ekonomi dan industri di sekitar MILH dapat menyerap sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru.
Ia mengatakan keberadaan MILH bersama pengembangan Blok Masela dapat menjadi momentum penting bagi transformasi ekonomi Maluku karena keduanya berpotensi menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
"Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integrated Logistic Hub ini menjadi semacam penggerak utama ekonomi (prime economic mover), sama seperti Blok Masela," ujarnya.
Hendrik menjelaskan pengembangan MILH terus didorong melalui tahapan persiapan, perencanaan, dan kajian kelayakan agar proyek tersebut dapat dibangun secara layak secara ekonomi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menurut dia, rencana tersebut juga mendapat komitmen dukungan pembiayaan infrastruktur dari Bank Dunia (World Bank), sehingga Pemprov Maluku berharap proyek dapat mulai direalisasikan pada 2027.
Kementerian PPN/Bappenas telah memberikan rekomendasi kepada Bank Dunia untuk segera memulai penelitian terkait rencana pembangunan MILH.
Penelitian tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum proyek memasuki fase pelaksanaan.
Pemprov Maluku berharap rangkaian persiapan tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan MILH dapat memasuki tahap pelaksanaan dan groundbreaking pada 2027.
Hendrik menegaskan dampak MILH diharapkan tidak berhenti pada aktivitas kepelabuhanan, tetapi meluas ke kawasan industri, perdagangan, jasa, dan berbagai sektor pendukung lainnya.
"Dengan adanya dua proyek besar ini yang terealisasi di Maluku, maka diharapkan transformasi Maluku menuju Maluku yang lebih maju dan sejahtera dapat tercapai," katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan kementerian teknis terkait, serta Bank Dunia menjadi modal penting dalam mempercepat penyiapan proyek tersebut.
Dengan pengembangan MILH, Pemprov Maluku berharap posisi daerah sebagai wilayah kepulauan dapat diimbangi dengan sistem logistik yang lebih terintegrasi sehingga arus barang dan konektivitas antarpulau menjadi lebih efisien.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Maluku proyeksikan MILH perkuat konektivitas tumbuhkan ekonomi
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.