Ambon (ANTARA) - Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon menjalin kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan guna menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja Jepang.

Kepala BPPP Ambon Abubakar, di Ambon, Sabtu, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor perikanan, khususnya dari kawasan timur Indonesia.

"Kerja sama ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga menyiapkan SDM agar memiliki kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang sehingga mereka memiliki peluang bekerja di Jepang," kata Abubakar.

Ia menjelaskan proyek kerja sama JICA dan BPPP Ambon dijadwalkan berlangsung mulai 2026 dengan sejumlah fokus, mulai dari pengembangan kemampuan bahasa Jepang, penguatan fasilitas pelatihan hingga penyusunan sistem pendukung bagi calon tenaga kerja.

Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan laboratorium Bahasa Jepang di BPPP Ambon yang nantinya dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus mendukung proses sertifikasi kemampuan bahasa Jepang bagi calon tenaga kerja di kawasan timur Indonesia.

"Mulai tahun ini sampai tiga tahun ke depan, kerja sama ini akan diperkuat. JICA akan mendukung pengembangan fasilitas bahasa Jepang di BPPP Ambon, termasuk penyediaan peralatan dan pendampingan tenaga ahli," ujarnya.

Abubakar mengatakan BPPP Ambon sebelumnya telah menerima kunjungan Tim Expert JICA sebagai tahap awal pelaksanaan proyek. Kunjungan tersebut bertujuan melihat kondisi fasilitas yang tersedia, mengidentifikasi tantangan serta memetakan kebutuhan pengembangan program.

"Jadi ini dimulai dari pemetaan kebutuhan. Kita ingin program yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan BPPP Ambon serta calon tenaga kerja yang akan mengikuti pelatihan," katanya.

 

Selain pengembangan Bahasa Jepang, kerja sama tersebut mencakup penyusunan daftar kosakata dasar khusus bidang perikanan. Materi tersebut dinilai penting karena calon tenaga kerja tidak cukup hanya menguasai bahasa percakapan sehari-hari, tetapi juga harus memahami istilah yang digunakan di lingkungan kerja perikanan.

JICA juga menempatkan tenaga ahli untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas pengajar. BPPP Ambon menyiapkan instruktur dan tenaga pendidik untuk mengikuti proses peningkatan kemampuan bahasa Jepang sehingga ke depan dapat mendukung pelaksanaan pelatihan secara berkelanjutan.

Abubakar menyebutkan BPPP Ambon saat ini telah menyiapkan dua instruktur dan dua guru dari SUPM Waiheru untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Jepang hingga November 2026.

"Mereka yang disiapkan ini nantinya diharapkan dapat menjadi pengajar dan mendukung proses sertifikasi Bahasa Jepang, sehingga kita memiliki SDM lokal yang mampu melanjutkan program ini," ujarnya.

Ia menilai kerja sama dengan Jepang memiliki arti strategis bagi Maluku karena daerah tersebut memiliki basis pendidikan dan tenaga kerja kelautan dan perikanan yang cukup besar.

"Kita ingin lulusan dari Maluku tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri," kata Abubakar.

Abubakar mengatakan penguatan fasilitas akan terus dilakukan hingga 2027 melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Kita ingin BPPP Ambon menjadi pusat pelatihan kemaritiman yang mampu menghasilkan SDM berkualitas dan memiliki sertifikasi yang diakui, sehingga peluang mereka untuk masuk ke pasar kerja, termasuk Jepang, semakin terbuka," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPPP Ambon jalin kolaborasi dengan Jepang siapkan SDM berkualitas

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026