Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menilai subsektor musik dapat menjadi ruang kolaborasi strategis yang membuka peluang pertukaran talenta untuk pengembangan akses pasar ke tingkat internasional seperti di .perhelatan Taiwan Beats in Jakarta.
“Musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan manusia, budaya, dan bangsa. Karena itu, Taiwan Beats in Jakarta bukan hanya sebuah kegiatan musik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui ekonomi kreatif,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Irene menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan talenta, beragam subsektor musik, serta komunitas kreatif yang terus berkembang pesat. Di sisi lain, Taiwan memiliki ekosistem kreatif yang dinamis serta pengalaman matang dalam pengembangan industri budaya.
Melalui Taiwan Beats in Jakarta, hubungan antara pelaku musik Indonesia dan Taiwan diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang membuka lebih banyak peluang bagi talenta dan pelaku ekonomi kreatif kedua negara.
Taiwan Beats merupakan program yang diinisiasi oleh Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID), Kementerian Kebudayaan Taiwan, dan dikembangkan bersama Taiwan Creative Content Agency (TAICCA).
Rangkaian kegiatan Taiwan Beats di Indonesia berlangsung pada 21–25 Agustus 2026 di Jakarta dan Bali, dengan agenda pertukaran industri, business matching, seminar, kunjungan industri, serta showcase musik.
Program tersebut berkolaborasi dengan LaLaLa Fest 2026 dan turut memperluas fungsi festival sebagai platform business-to-business (B2B). Kolaborasi ini melibatkan sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan dalam sesi networking dan business matching, yang diarahkan untuk mempertemukan pelaku industri sekaligus membuka peluang kerja sama di pasar Indonesia.
Kolaborasi Taiwan Beats dan LaLaLa Fest sejalan dengan dorongan Kementerian Ekraf agar festival musik tidak berhenti pada aspek hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan industri, pengembangan jejaring, pertukaran talenta, promosi karya, dan pembukaan akses pasar internasional.
Kehadiran delegasi dari Taiwan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia secara lebih luas kepada mitra internasional.
Irene mengatakan melalui ekonomi kreatif, kolaborasi yang melibatkan kreativitas tidak berhenti pada sebuah karya, tetapi dapat berkembang menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Musisi dan pelaku kreatif harus memiliki kesempatan untuk memperluas pasar, membangun jejaring internasional, mengembangkan kekayaan intelektual, serta memperoleh manfaat ekonomi yang semakin besar dari karya mereka,” ungkap Irene.
Pertemuan kedua ekosistem ini diproyeksikan membuka kesempatan luas bagi para musisi dan pelaku kreatif untuk bertukar pengalaman, menciptakan karya kolaboratif, mempromosikan budaya, hingga menjangkau audiens global.
Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan industri musik nasional melalui pengembangan talenta, perluasan jejaring, promosi karya, dan pembukaan akses internasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenekraf: Pertukaran talenta buka peluang ekonomi baru bagi musisi
Pewarta: Fitra AshariUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.