Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong seluruh negeri, desa, dan kelurahan di daerah itu untuk kembali menghidupkan tradisi adat dan budaya sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
“Penguatan tradisi dan budaya lokal perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, termasuk ritual adat, atraksi seni budaya, serta pembentukan sanggar seni dan budaya di masing-masing negeri,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Am
bon, Rabu.
Hal itu disampaikan Bodewin saat membuka Festival Marawai Budaya “Harmoni Nada Cinta Par Negeri” yang digagas masyarakat Negeri Hatalai.
Menurut dia, pemajuan kebudayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui narasi maupun literasi, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk atraksi seni dan budaya sehingga generasi muda dapat mengenal serta memahami nilai-nilai sejarah yang diwariskan para leluhur.
“Festival Marawai ini mengingatkan kita semua akan kewajiban bersama melestarikan nilai-nilai adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Mari kita bangun kebersamaan dari negeri-negeri demi benah diri memajukan Kota Ambon yang kita cintai,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkot Ambon mendorong negeri-negeri untuk kembali menyelenggarakan berbagai ritual adat seperti Panas Pela dan Panas Gandong, sekaligus mengembangkan ruang bagi masyarakat untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.
Bodewin juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengembangan kebudayaan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendorong kemajuan Kota Ambon di tengah berbagai keterbatasan.
Pemkot Ambon, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada panitia Festival Marawai dan seluruh masyarakat Negeri Hatalai yang telah menggelar kegiatan tersebut sebagai ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.