Banjarbaru (ANTARA) - Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1331 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar mengangkut mesin pompa air portabel dan perlengkapan selang bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menanggulangi karhutla di Kalimantan Selatan (Kalsel).
"Bantuan Kementan ini atas perintah Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan pemerintah memperkuat penanganan karhutla di Kalsel," kata
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Kamis.
Danlanud mengatakan pengiriman bantuan menggunakan pesawat Hercules TNI AU menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi peralatan menuju wilayah yang membutuhkan.
Dengan kemampuan angkut dan mobilitas yang tinggi, dukungan udara tersebut memungkinkan peralatan penanganan karhutla dapat segera diterima dan dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan personel dan unsur gabungan yang berada di lapangan.
"Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemadaman, khususnya dalam mendukung personel yang tengah berjibaku menangani titik-titik kebakaran," jelasnya.
Danlanud menyampaikan Lanud Sjamsudin Noor siap mendukung kelancaran proses penerimaan dan pendistribusian bantuan pemerintah tersebut dalam penanganan karhutla.
Hal itu sebagai bentuk gerak cepat TNI AU dalam mendukung arahan dan perintah Presiden RI, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh unsur terkait dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Hilman menyatakan kehadiran bantuan sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penanggulangan karhutla di daerah, serta memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman bencana di musim kemarau.
Melalui dukungan peralatan dan mobilisasi cepat, diharapkan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan lebih optimal, sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat dapat teratasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hercules TNI AU angkut pompa portabel tanggulangi karhutla di Kalsel
Pewarta: FirmanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.