Purwokerto (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan sektor pangan menawarkan peluang luas bagi generasi muda, tidak hanya sebagai petani, juga pada bidang pengolahan, logistik, teknologi, dan bisnis dari hulu hingga hilir.
“Di pertanian tidak hanya nanam padi. Dia bisa menjadi agen, bisa macam-macam. Bisa logistiknya, bisa olahannya, bisa teknologinya. Begitu luas lapangan peluang,” katanya usai menghadiri Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, mengatakan generasi Z perlu berani memanfaatkan peluang tersebut untuk mengambil peran dalam pembangunan sektor pangan nasional.
Menurut dia, sektor pangan memiliki mata rantai panjang sehingga generasi muda tidak perlu hanya berfokus menjadi petani.
“Kalau berebut menjadi petani, jadinya sempit. Padahal bidangnya begitu luas,” katanya.
Ia menilai perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi generasi muda di sektor pertanian.
Menurut dia, teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menciptakan lapangan usaha baru.
Zulhas mencontohkan penggunaan mesin pertanian yang mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih cepat dibandingkan cara manual.
Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kemauan untuk belajar dan menguasai teknologi agar sektor pangan Indonesia semakin efisien dan kompetitif.
“Kalau negara maju, teknologinya lebih maju karena mereka bekerja keras, belajar menciptakan teknologi. Kita harus mengejar ketertinggalan itu,” katanya.
Saat memberi sambutan dalam upacara, Zulhas mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi mulai membangun peluang usaha sejak berada di bangku kuliah.
Ia mengatakan peluang di sektor pangan tersedia dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, logistik, hingga teknologi.
“Kalau kita ngomong pangan, tidak cuma tanam. Begitu banyak aspek yang terbawa. Kamu bisa bicara bisnis, logistik, teknologi. Banyak sekali,” katanya.
Zulhas menekankan keberanian menjadi salah satu kunci untuk menangkap peluang tersebut.
Menurut dia, kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan berkembang maksimal apabila tidak disertai keberanian untuk mencoba dan mengambil risiko.
“Boleh pintar, boleh hebat, tapi kalau tidak berani tampil, orang tidak tahu,” katanya.
Ia mengajak mahasiswa memulai usaha sejak dini, meskipun dalam skala kecil, sebagai bagian dari proses membangun kemandirian dan pengalaman.
“Begitu banyak peluang di berbagai bidang dan kamu bisa. Asal berani memulai,” katanya.
Ia optimistis masa depan Indonesia cerah dengan melihat semangat generasi muda yang menempuh pendidikan tinggi.
“Indonesia itu masa depan sangat cerah kalau lihat anak-anak kita yang ikut belajar, kuliah. Gen Z, lihat wajah mereka, semangat mereka luar biasa,” kata Zulhas..
Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan jumlah mahasiswa perguruan tinggi tersebut saat sekarang sekitar 21.000 orang, dengan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 sebanyak 4.017 orang dari berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara dan berpotensi mencapai sekitar 5.000 orang seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kampus terus mengembangkan pendidikan, sumber daya manusia, dan fasilitas untuk melahirkan generasi muda yang kuat secara spiritual, bermoral, terampil, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zulhas: Sektor pangan menawarkan peluang dari hulu hingga hilir
Pewarta: SumarwotoUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.