Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mendorong mahasiswa menjadi inovator yang mampu mengola potensi ekonomi kepulauan menjadi peluang usaha dan lapangan kerja, seiring tuntutan persaingan di era teknologi dan Society 5.0.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Maluku Tengah, Selasa, mengatakan karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan kekayaan sumber daya kelautan harus dilihat mahasiswa sebagai peluang untuk menciptakan gagasan dan model usaha baru yang bernilai ekonomi.
"Imajinasi dan mimpi kalian harus diarahkan kepada sumber daya yang ada di Maluku. Kalian dididik di sini untuk mencerdaskan pikiran, sehingga ke depan bukan hanya mampu mengelola sumber daya yang ada, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi generasi Maluku lainnya," kata Abdullah saat memberikan materi kepada mahasiswa baru Universitas Darussalam Ambon (Unidar), Malteng.
Menurut dia, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan sekaligus mengembangkan potensi daerah.
Ia menilai persaingan pada masa mendatang semakin kompetitif, sehingga mahasiswa perlu sejak dini merancang masa depan dengan membangun kompetensi, kreativitas, jejaring, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu.
Dia mengatakan sektor kelautan dan pangan menjadi dua bidang strategis yang dapat dikembangkan generasi muda untuk memperkuat ekonomi kepulauan Maluku.
Potensi perikanan yang besar, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi, pengolahan, pemasaran, hingga menciptakan nilai tambah dari hasil sumber daya tersebut.
"Tangkap ikan itu bukan seperti menanam pohon yang harus menunggu bertahun-tahun. Kita pergi ke laut, dengan teknologi dan pengelolaan yang baik, hasilnya bisa diperoleh. Potensi itu ada di Maluku, tetapi selama ini belum dikelola secara maksimal," katanya.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mulai membangun pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dan potensi daerah.
"Kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Maluku ke depan. Karena itu, jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Mulai lah berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan, bagaimana mengolah kekayaan laut dan potensi kepulauan Maluku menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat dan dunia usaha agar inovasi mahasiswa tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan dampak ekonomi.
Ia mengatakan penguatan perguruan tinggi di Maluku menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi wilayah kepulauan.
"Persyaratan yang paling mendasar adalah kekompakan. Semua harus bergerak bersama," katanya.
Ia berharap mahasiswa baru Unidar dapat menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Maluku.
"Potensi yang dimiliki Maluku sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana generasi muda mampu mengelolanya secara kreatif, produktif dan berkelanjutan," kata dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.