Ambon (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), Maluku menyiagakan sembilan tim tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dibagi dalam tiga zona untuk memperkuat pemantauan dan mempercepat penanganan titik api di wilayah setempat.

“Kami membagi Tim Tanggap Karhutla ke dalam tiga zona dan sembilan tim agar pemantauan dapat menjangkau seluruh wilayah secara lebih efektif. Setiap tim memiliki tanggung jawab melakukan monitoring dan segera merespons apabila ditemukan titik api maupun potensi kebakaran yang dapat meluas,” kata Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, pembagian tim tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan, mengingat kondisi geografis wilayah SBB dan keterbatasan akses menuju sejumlah lokasi kebakaran.

Zona I meliputi Kecamatan Kairatu, Kairatu Timur, dan Kairatu Barat. Zona II mencakup Kecamatan Seram Barat, Huamual, dan Huamual Belakang, sedangkan Zona III meliputi Kecamatan Taniwel, Taniwel Timur, dan Kepulauan Manipa.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (2/9), Tim Tanggap Karhutla Polres SBB menemukan tiga titik kebakaran lahan di wilayah Kabupaten SBB.

Titik pertama berada di Dusun Tanah Misi, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Kebakaran tersebut ditangani personel Satuan Samapta Polres SBB menggunakan satu unit kendaraan AWC.

Titik kedua ditemukan di kawasan Kali Pasa, Dusun Resettlement Pulau Osi, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, dengan luas kebakaran diperkirakan mencapai 10 hektare.

Penanganan di lokasi tersebut terkendala akses karena tidak terdapat jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam maupun kendaraan AWC menuju titik api.

Sementara titik ketiga berada di Dusun Kawanenu, Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare. Api berhasil dipadamkan secara manual oleh personel kepolisian bersama masyarakat.

Andi mengaku, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla di SBB sehingga kecepatan personel dan keterlibatan masyarakat menjadi penting untuk mencegah api meluas.

“Penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama semua pihak. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan, personel di lapangan bersama masyarakat harus mengambil langkah penanganan sesuai kondisi yang dihadapi untuk mencegah api semakin meluas,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila melihat potensi atau kemunculan titik api di wilayah sekitar.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan langkah Polres SBB merupakan bagian dari kesiapsiagaan jajaran Polda Maluku dalam menghadapi potensi karhutla.

“Polda Maluku terus mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla melalui pemantauan serta respons cepat terhadap setiap titik api yang ditemukan,” ujarnya.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026