Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) mengembangkan studi budidaya sayuran dengan sistem hidroponik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan dan pengembangan usaha produktif di Kota Ambon, Maluku.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura Prof Dominggus Malle di Ambon, Kamis, mengatakan pengembangan hidroponik memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa.
"Ini menjadi salah satu bukti bahwa kebutuhan kita untuk mengembangkan sayuran dan memenuhi kebutuhan di Kota Ambon dapat dilakukan melalui pengembangan hidroponik," kata dia.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi hidroponik memungkinkan Unpatti mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan komoditas sayuran yang dibutuhkan masyarakat.
Pengembangan tersebut, kata dia, sejalan dengan posisi Unpatti sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang dituntut untuk terus mengembangkan usaha produktif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kelembagaan sekaligus masyarakat.
"Universitas sebagai BLU perlu terus mengembangkan usaha-usaha produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi institusi maupun masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan fasilitas hidroponik Unpatti saat ini memiliki hampir 4.000 titik atau lubang tanam yang dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran.
Kapasitas tersebut dinilai dapat terus dikembangkan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sayuran, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa dalam mempelajari teknologi budidaya tanaman, manajemen produksi hingga pengelolaan usaha berbasis pertanian.
Pihaknya juga mendorong agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh dosen dan sivitas akademika yang memiliki ketertarikan pada pengembangan budidaya hidroponik melalui kolaborasi dengan institusi.
"Ini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, sekaligus membuka ruang bagi dosen dan sivitas akademika untuk mengembangkan kegiatan produktif melalui kolaborasi," katanya.
Ia berharap pengembangan hidroponik dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem usaha produktif dan kewirausahaan di lingkungan Unpatti.
Selain mendukung ketersediaan sayuran di Kota Ambon, pengembangan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi pertanian untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.