Ambon (ANTARA) - Tiga warga Desa Serwatu, Kecamatan Aru Selatan di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku dievakuasi tim SAR gabungan di pesisir Pulau Fatujuring, Kecamatan Aru Tengah setelah longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin sejak Minggu, (6/9) sekitar pukul 11:00 WIT.
"Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini kami terima dari seorang warga bernama Yosi Labok pada Senin, (7/9) sekitar pukul 07:30 WIT," kata koordinator Unit Siaga SAR Dobo Gleen Tehupuring dalam rilisnya yang diterima di Ambon, Selasa.
Warga melaporkan longboat yang digunakan tiga korban awalnya mengalami mati mesin di sekitar Perairan Pulau Maikoor, Kecamatan Aru Selatan Utara sekitar pukul 15:00 WIT ketika mereka sementara melakukan perjalanan dari Desa Serwatu menuju Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru pada Minggu, (6/9) sekitar pukul 11.00 WIT.
Menurut dia, usai menerima informasi kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut dari warga, Unit Siaga SAR Dobo dan Lanal Aru dikerahkan menuju Perairan Pulau Maikoor dengan jarak kurang lebih 23 Nautical Mile.
"Dengan jarak yang cukup jauh serta minim jaringan untuk berkomunikasi, upaya pencarian ketiga korban berjalan cukup lama hingga malam hari," ujarnya.
Tepat pukul 21.35 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari keluarga kalau ketiga korban berada di sekitar pesisir pantai Pulau Fatujuring dan meminta bantuan evakuasi akibat longboat yang mereka gunakan juga sudah mengalami kebocoran.
"Maka tim SAR Gabungan bergegas menuju Pulau Fatujuring dengan memperhatikan safety akibat jarak pandang yang terbatas di malam hari dan akhirnya ketiga korban berhasil ditemukan pada pukul 22.45 WIT dalam keadaan selamat," tandasnya.
Seluruh korban kemudian langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan menuju Kota Dobo untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah perjalanan yang cukup jauh, sekitar pukul 01.00 WIT Tim SAR Gabungan beserta seluruh korban berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Dobo.
Pewarta: Daniel LeonardUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.