Ambon (ANTARA) - Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengatakan Festival Benteng Nieuw Victoria menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan nilai budaya Maluku kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga warisan budaya daerah.

"Festival ini bukan hanya kegiatan budaya, tetapi menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah Benteng Nieuw Victoria kepada generasi muda agar mereka memahami perjalanan panjang Kota Ambon dan Maluku," kata Abdullah Vanath pada Festival Benteng Nieuw Victoria di Ambon, Selasa.

Festival Benteng Nieuw Victoria digelar bertepatan dengan HUT ke-451 Kota Ambon. Momentum tersebut berkaitan dengan sejarah 7 September 1575 ketika di kawasan tersebut berdiri benteng pertama yang diberi nama Nossa Senhora da Anunciada, yang dikenal masyarakat sebagai Benteng Kota Laha.

Festival ini diisi dengan karnaval budaya, penampilan ansambel musik Benteng dan peragaan busana budaya Maluku.

Menurut dia, Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai sejarah dan budaya penting karena menjadi salah satu saksi perjalanan Kota Ambon, mulai dari perkembangan perdagangan rempah hingga menjadi ruang pertemuan berbagai bangsa, suku dan agama.

Karena itu, kata dia, keberadaan benteng yang berstatus sebagai cagar budaya peringkat nasional tersebut perlu dirawat dan dilestarikan secara bersama, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat.

"Sebagai cagar budaya peringkat nasional, benteng ini adalah warisan yang harus terus dirawat, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh kita semua sebagai anak negeri," ujarnya.

Dia menilai Festival Benteng Nieuw Victoria dengan tema "Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni" relevan dengan karakter Maluku yang memiliki keragaman pulau, suku, tradisi dan agama.

Ia mengatakan nilai kearifan lokal seperti 'pela gandong', 'hidup orang basudara, ale rasa beta rasa serta sagu salempeng dibagi dua' perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku.

"Nilai-nilai itu bukan sekadar ungkapan, tetapi cara hidup orang Maluku yang harus terus kita jaga sampai ke anak cucu," katanya.

Wagub mengatakan pengenalan sejarah dan budaya kepada generasi muda penting dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka, termasuk melalui festival, seni, musik, pameran dan berbagai bentuk kreativitas.

Festival tersebut, lanjutnya, juga dapat memperkuat identitas Kota Ambon sebagai UNESCO Creative City of Music sejak 2019 sekaligus membuka ruang bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk mengembangkan karya.

"Karnaval budaya, pameran, panggung seni tradisional hingga penampilan musisi lokal adalah bukti bahwa kebudayaan Maluku hidup, berkembang dan mampu bersanding dengan kreativitas masa kini," ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan ruang-ruang cagar budaya tidak berhenti pada kegiatan perayaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi, sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga mengajak pelaku seni, sanggar budaya, komunitas, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian Benteng Nieuw Victoria dan cagar budaya lainnya di Maluku.

"Merawat cagar budaya berarti menjaga ingatan dan identitas daerah. Karena itu, generasi muda harus menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Maluku," katanya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026