Ambon (ANTARA) - Lulusan Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) asal Maluku disiapkan mengikuti program magang di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebagai persiapan menghadapi operasional Blok Masela pada 2030.

Tenaga Ahli Menteri ESDM RI Michael Wattimena di Ambon, Selasa (8/9), mengatakan pengalaman kerja di industri minyak dan gas (migas) penting dimiliki lulusan Akamigas sebelum Blok Masela memasuki fase produksi.

"Anak-anak ini nanti akan dimagangkan di KKKS. Sehingga pada saat Blok Masela berproduksi di 2030, anak-anak ini sudah punya pengalaman," ujar Michael yang juga Komisaris Pertamina International Shipping.

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi pembicara pada program Maluku Pride Talk's tentang persiapan Maluku menyambut proyek Blok Masela.

Menurut dia, sejumlah lulusan asal Maluku telah mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Akamigas dalam beberapa angkatan. Setiap angkatan terdiri atas sekitar 30-35 orang.

Ia menilai pendidikan yang diperoleh di Akamigas perlu dilengkapi pengalaman langsung di lapangan agar lulusan memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri migas.

"Jangan sampai ketika Blok Masela sudah membutuhkan tenaga kerja, anak-anak kita datang sebagai pencari kerja yang belum punya pengalaman," ujarnya. 

Michael mengatakan waktu yang tersedia sebelum Blok Masela memasuki fase produksi perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.

Karena itu, ia akan mengecek langsung kepada Kepala SKK Migas mengenai perkembangan program magang bagi lulusan Akamigas asal Maluku, termasuk peluang penempatan mereka di KKKS.

Ia juga meminta lulusan Akamigas asal Maluku yang belum memperoleh kesempatan magang untuk menyampaikan informasi tersebut agar dapat didorong mendapatkan pengalaman kerja di industri migas.

"Kalau ada adik-adik yang masih belum terlibat di KKKS, sampaikan kepada kami. Nanti kami dorong ke Kepala SKK Migas," katanya.

Ia menambahkan penguatan pengalaman kerja sejak sekarang akan memberikan waktu yang cukup bagi lulusan Akamigas untuk mempersiapkan diri sebelum proyek Blok Masela memasuki tahap produksi.

Ia berharap kesiapan tersebut membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja asal Maluku untuk mengambil bagian dalam industri migas di daerahnya sendiri seiring dengan beroperasinya Blok Masela.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sebesar 20,9 miliar dolar AS dan menjadi salah satu pengembangan lapangan gas terbesar di Indonesia. Dimulainya pembangunan fisik proyek tersebut menandai masuknya proyek ke tahap pelaksanaan sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan pendukung.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026