AMBON (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku memperkuat pembinaan remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe) dan Duta GenRe guna menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, kompeten, dan mampu merencanakan masa depan.
"Remaja adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045 yang harus dipersiapkan menjadi generasi unggul, sehat, berkarakter, kompeten, dan produktif. Salah satu upayanya melalui program Duta GenRe 2026," kata Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Edi Setiawan di Ambon, Kamis.
Hal itu dikatakannya pada final ajang pemilihan Duta GenRe Maluku 2026 di Kota Ambon.
Menurut dia pembinaan remaja tidak cukup hanya melalui pemberian informasi, tetapi perlu dilakukan dengan menyediakan ruang bagi anak muda untuk berkonsultasi, memperoleh edukasi, mengembangkan kreativitas, sekaligus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan positif.
"GenRe mengajak remaja untuk merencanakan kehidupan secara matang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, kehidupan berkeluarga hingga peran di masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan Duta GenRe juga memiliki peran strategis sebagai figur teladan, inspirator, dan motivator bagi remaja lainnya. Mereka diharapkan mampu menyampaikan edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).
Dia menegaskan pemilihan Duta GenRe bukan sekadar ajang untuk mendapatkan gelar, tetapi menjadi bagian dari proses menemukan dan menyiapkan anak muda yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
"Yang dinilai bukan hanya kemampuan tampil, tetapi bagaimana mereka memahami dan mampu mengedukasi program Kemendukbangga dan GenRe, memiliki keberdampakan nyata, serta menjadi agen perubahan," katanya.
Pada pemilihan Duta GenRe Maluku 2026, sebanyak 17 finalis dari sembilan kabupaten/kota mengikuti tahapan seleksi hingga grand final.
Sembilan daerah tersebut yakni Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, serta Kota Ambon dan Kota Tual.
Para finalis sebelumnya menjalani masa karantina dengan sejumlah tahapan, di antaranya presentasi advokasi, wawancara mendalam (deep interview), dan motion challenge yang mengangkat isu strategis terkait remaja dan kependudukan.
Ia mengatakan proses tersebut dirancang untuk meningkatkan wawasan, pengalaman, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian para peserta terhadap persoalan yang dihadapi remaja di Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.