AMBON (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program Energizing Maluku 2026 yang diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi generasi muda, penguatan ekonomi lokal, serta penciptaan peluang usaha di daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Anton Lailossa dalam keterangan diterima di Ambon, Minggu, mengatakan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat adat, dan generasi muda agar pengembangan SDM dapat berujung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

"Energizing Maluku ini menjadi bagian dari upaya membangun manusia Maluku yang unggul sekaligus mendorong ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," kata dia.

Energizing Maluku 2026 mengusung tema "Bangkit Bersama-Membangun Manusia Unggul dan Ekonomi Berkelanjutan" dengan tagline "From Character to Career, From Community to Opportunity".

Menurut dia, penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor ekonomi sehingga anak muda Maluku tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan usaha yang memiliki daya saing.

Ia mengatakan program tersebut mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan UMKM, kewirausahaan, inovasi teknologi, serta pengelolaan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

"Yang kita harapkan adalah lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan, karakter dan keberanian untuk menciptakan peluang, bukan hanya menunggu peluang kerja," ujarnya.

Dirinya menilai pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat, terutama mengingat karakter geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan.

Oleh karena itu, inovasi berbasis teknologi dinilai perlu diarahkan untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau dan wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan maupun informasi.

Ketua Energizing Maluku 2026 Reza Valdo Maspaitella mengatakan gerakan tersebut dibangun dari gagasan untuk mendorong masyarakat Maluku mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan daerahnya.

"Kita harus bertanya, Maluku seperti apa yang ingin kita wariskan kepada anak cucu. Apakah mereka hanya mendengar cerita tentang kejayaan dan kekayaan Maluku di masa lalu, atau mereka bisa menikmati Maluku yang sejahtera karena kekayaan itu dikelola dengan baik," katanya.

Menurut dia, transformasi tersebut membutuhkan keberanian untuk memadukan potensi lokal dengan perkembangan teknologi sehingga masyarakat Maluku dapat memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan, pengetahuan, dan peluang ekonomi.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Energizing Maluku 2026 ialah PUSI, teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk mendukung sektor pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Ia menjelaskan PUSI dikembangkan sebagai pendamping bagi anak, guru, dan orang tua dalam proses pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran manusia.

"Teknologi ini bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu ketika ada yang tidak mengerti, ketika ada kesulitan, dan ketika ada yang ingin maju. Kita ingin teknologi bisa hadir sampai ke negeri-negeri yang jauh," katanya.

Ia mengharapkan pemanfaatan teknologi tersebut memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat di berbagai wilayah kepulauan, termasuk Tanimbar, Buru, Seram, Kei, dan pulau-pulau lainnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026