AMBON (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Selandia Baru melalui Program NZMATES untuk memperluas akses energi yang andal dan memastikan masyarakat di desa-desa kepulauan dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku Dominggus Kaya di Ambon, Senin, mengatakan akses energi yang andal menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Maluku karena berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan dan pengembangan aktivitas ekonomi di daerah kepulauan.
"Persoalan energi bagi Maluku tidak hanya berkaitan dengan listrik, tetapi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesejahteraan masyarakat. Ketika akses listrik semakin baik, kita ingin melihat nelayan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan melalui fasilitas penyimpanan dan rantai dingin," katanya.
Ia mengatakan ketersediaan tenaga listrik yang memadai juga memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mendukung operasional sekolah dan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan.
Menurut dia, akses energi yang lebih baik membuka peluang bagi masyarakat di pulau-pulau untuk mengembangkan kegiatan ekonomi baru sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
Karena itu, pengembangan energi terbarukan di Maluku tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari agenda transisi energi dan penurunan emisi, tetapi juga harus menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dominggus menekankan pembangunan infrastruktur energi terbarukan perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, transfer pengetahuan dan teknologi, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengawasan.
"Kita membutuhkan sinergi yang kuat agar berbagai inisiatif energi terbarukan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Pemprov Maluku, kata dia, mendorong kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perguruan tinggi, PT PLN, mitra pembangunan, sektor swasta dan masyarakat untuk melahirkan inovasi serta proyek energi terbarukan yang layak dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur energi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, membuka peluang investasi energi bersih, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dominggus mengapresiasi komitmen Pemerintah Selandia Baru untuk melanjutkan kerja sama melalui NZMATES dan berharap kemitraan tersebut terus berkembang dengan sasaran yang lebih luas.
"Kami berharap kemitraan ini terus berkembang tidak hanya dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, transfer pengetahuan, pengembangan inovasi, serta penciptaan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Ia menegaskan Pemprov Maluku berkomitmen menjadikan energi terbarukan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah yang maju, mandiri, inklusif dan berkelanjutan.
Kerja sama antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Selandia Baru.dan Pemprov Maluku diharapkan semakin kuat sehingga mampu memperluas akses energi yang andal, termasuk mewujudkan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat di desa-desa di Maluku.
Saat ini beberapa titik yang telah ditangani atau disurvei meliputi renovasi PLTS di Nusa Ela (Pulau Tiga), Desa Erersin, hingga penilaian di Kabupaten Kepulauan Tanimbar seperti Bomaki, Tutukembong, Lelingluan, Watmasa dan Adaut
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.