AMBON (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku memastikan tenaga kerja lokal asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD) menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja pada pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Kepala Disnakertrans Maluku M Rizal Latuconsina di Ambon, Senin, mengatakan pemerintah daerah mendorong penerapan zonasi tenaga kerja agar masyarakat dari wilayah yang terdampak langsung dan berada di sekitar lokasi proyek memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat.
"Kami mendorong agar tenaga kerja lokal, terutama dari KKT dan MBD, mendapat prioritas dalam pengembangan Blok Masela. Tetapi prioritas itu harus dibarengi dengan kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri," katanya.
Ia menjelaskan KKT dan MBD ditempatkan sebagai Zona A dalam skema zonasi tenaga kerja yang didorong Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga masyarakat dari kedua daerah tersebut memiliki peluang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, terutama pada tahapan konstruksi proyek.
Menurut dia, peluang kerja yang terbuka melalui Blok Masela harus dipersiapkan sejak dini agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi berskala besar.
Karena itu, Disnakertrans Maluku terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Ijazah saja tidak cukup. Tenaga kerja harus memiliki keterampilan, pengalaman, dan sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja," ujarnya.
Ia mengatakan keterlibatan mahasiswa, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sekaligus menyiapkan calon tenaga kerja lokal yang memenuhi standar industri.
Disnakertrans, kata dia, berkepentingan memastikan kebutuhan tenaga kerja dalam pengembangan Blok Masela dapat diisi secara optimal oleh sumber daya manusia Maluku, khususnya masyarakat di wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dengan proyek.
"Blok Masela bukan hanya soal investasi, tetapi bagaimana masyarakat Maluku dapat mengambil bagian dalam pembangunan dan memperoleh manfaat ekonomi dari proyek tersebut," katanya.
Ia menambahkan kesiapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu faktor penting agar pengembangan Blok Masela memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan kesempatan kerja dan pengembangan keterampilan tenaga kerja di daerah.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.