Ambon (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi Maluku, dan NZMates meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Tiga di Negeri Asilulu, Kabupaten Maluku Tengah.
Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Dony Noor Gustiarsyah, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Abdul Haris Anwar, serta Programme Lead NZMates Grant Deeney, menjadi bagian komitmen bersama dalam memastikan keberlanjutan pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat layanan listrik 24 jam bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah mengatakan, PLTS berkapasitas 75 kWp tersebut berfungsi sebagai sumber utama pasokan listrik bagi masyarakat Pulau Tiga setelah direvitalisasi melalui kolaborasi Kementerian ESDM, NZMates, dan PLN.
“Setelah dilakukan revitalisasi melalui sinergi EBTKE, NZMates, dan PLN, PLTS ini berfungsi sebagai sumber utama untuk melistriki masyarakat Pulau Tiga. Saat ini terdapat 66 pelanggan atau sekitar 120 jiwa yang telah menikmati layanan listrik selama 24 jam,” ujarnya.
Menurut Donny, keberhasilan pengoperasian PLTS Pulau Tiga memiliki arti penting bagi Maluku dan Maluku Utara yang memiliki karakteristik geografis kepulauan. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu solusi dalam memperluas dan meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi salah satu model yang dapat diterapkan di wilayah kepulauan lainnya. Kehadiran listrik 24 jam bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas, aktivitas ekonomi, serta mendukung kemandirian dan ketahanan energi di wilayah kepulauan,” ujarnya.
PLTS Pulau Tiga memiliki kapasitas 75 kWp dan dilengkapi sistem baterai untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat sepanjang hari.
Dengan beban puncak sekitar 9 kW, pemanfaatan energi surya kini menjadi sumber utama pasokan listrik bagi masyarakat Pulau Tiga, sementara pembangkit diesel tetap tersedia sebagai cadangan untuk menjaga keandalan pada kondisi tertentu.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan revitalisasi PLTS Pulau Tiga merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, Pemerintah Selandia Baru melalui program NZMates, dan PLN dalam menghadirkan akses energi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Dengan adanya PLTS berkapasitas 75 kWp yang dilengkapi baterai, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi selama 24 jam. Dengan demikian, perekonomian masyarakat setempat diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang,” ujar Eniya.
Ia menambahkan, keberlanjutan program juga diperkuat melalui pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan dan perawatan fasilitas PLTS serta penggunaan listrik secara baik dan berkelanjutan.
Konsep pembangkit seperti yang diterapkan di Pulau Tiga diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan PLTS untuk wilayah terpencil dan terluar.
“Konsep pembangkit ini diharapkan dapat menjadi salah satu model yang dikembangkan dalam program 100 GW PLTS, khususnya untuk wilayah terpencil dan terluar seperti pulau ini. Kami juga berharap fasilitas ini dapat beroperasi secara optimal dan memiliki usia pakai yang panjang,” tambahnya.
Programme Lead NZMates, Grant Deeney menjelaskan, PLTS di Pulau Tiga sebelumnya telah tersedia, namun tidak lagi berfungsi akibat permasalahan pada sejumlah peralatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat bergantung pada pembangkit diesel dengan layanan listrik sekitar 12 jam per hari.
Setelah revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi NZMates bersama PLN dan EBTKE, masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam dengan energi surya sebagai sumber utama. Pembangkit diesel tetap dimanfaatkan sebagai cadangan, khususnya pada periode ketika produksi energi surya berkurang.
"Secara keseluruhan, ini merupakan hasil yang sangat baik bagi masyarakat, berkat kerja keras seluruh tim,” ujar Grant.
Revitalisasi PLTS Pulau Tiga menjadi bagian dari kolaborasi melalui program NZMates dengan dukungan Pemerintah Selandia Baru. Selain memulihkan fungsi pembangkit, program tersebut turut mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas PLTS dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui pengoperasian PLTS Pulau Tiga, PLN terus memperkuat komitmen menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan hingga wilayah kepulauan.
Layanan listrik 24 jam diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung aktivitas nelayan dan pelaku usaha, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Pulau Tiga.
Pewarta: Penina Fiolana MayautEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.