Ambon (ANTARA) - TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan dan warga Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, bergotong royong membersihkan lahan pembangunan Rumah Pastori Jemaat Patahuwe sebagai bagian dari pemulihan pascainsiden.
“Pemulihan harus dilakukan bersama-sama. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergotong royong membersihkan serta menyiapkan kembali fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, itu merupakan langkah nyata untuk membangun kembali kehidupan dan rasa percaya di tengah masyarakat,” kata Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan, keterlibatan TNI-Polri, pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascainsiden.
Ia mengatakan, kondisi keamanan yang mulai kondusif perlu diikuti dengan pemulihan aktivitas masyarakat secara bertahap.
“Kami ingin masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman. Jangan ada lagi dendam maupun tindakan yang dapat memperpanjang persoalan. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah mulai kondusif ini,” ujarnya.
Menurut Refindo, Polres SBB akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mendampingi masyarakat selama proses pemulihan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Camat Taniwel beserta staf, Danramil Taniwel bersama anggota, Kapolsek Taniwel bersama personel, Kasat Binmas Polres SBB bersama anggota, personel BKO TNI-Polri, serta masyarakat Desa Patahuwe.
Kegiatan diawali apel bersama di lokasi pembangunan Pastori. Danramil Taniwel Letu Syawir dalam arahannya mengajak seluruh pihak bekerja secara optimal agar pembangunan fasilitas tersebut dapat segera dimulai dan diselesaikan.
Usai apel, personel TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan dan masyarakat membersihkan puing-puing serta lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kembali Pastori Jemaat Patahuwe.
Camat Taniwel E Niwele mengatakan pemerintah daerah telah memberikan dukungan untuk pembangunan kembali fasilitas tersebut. Kehadiran TNI-Polri juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat selama proses pemulihan.
“Lupakan dendam, jangan ada balas-balasan. Kita semua mau damai. Karena itu, mari kita bersama-sama membersihkan lahan Pastori ini dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” katanya.
Pembersihan lahan Pastori berlangsung aman dan tertib. Gotong royong tersebut menjadi salah satu langkah pemulihan di Patahuwe melalui kerja bersama antara aparat, pemerintah dan masyarakat untuk membangun kembali fasilitas serta kehidupan sosial warga pascainsiden.
Diketahui, konflik antara pemuda Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, pecah pada Jumat (11/9).
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar. Empat warga dari salah satu desa yang bertikai juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.
Hingga perkembangan terakhir, situasi keamanan di wilayah Taniwel masih aman dan terkendali. Pengamanan oleh TNI-Polri terus diperkuat, sementara proses penyelidikan Polres SBB dengan dukungan Polda Maluku masih berlangsung.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.