Ambon (ANTARA) -

Polisi Wanita (Polwan) Polres Seram Bagian Barat (SBB) memberikan trauma healing kepada 120 anak Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pascainsiden yang terjadi di wilayah tersebut.

“Anak-anak harus mendapatkan perhatian. Kami ingin mereka kembali merasakan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan. Kehadiran Polwan bersama anak-anak hari ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan pendampingan secara humanis,” kata Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, di Ambon, Selasa.

Kegiatan dikemas melalui permainan, perkenalan, doa bersama, dan kegiatan interaktif untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi anak-anak.

Sebanyak 120 anak mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 20 anak PAUD, 60 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 15 siswa SMA. Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando turut hadir bersama jajaran personel Polres SBB.

Dalam kegiatan itu, Polwan mengajak anak-anak mengikuti ice breaking dan permainan sebelum membagikan 120 paket alat tulis dan kudapan.

Ia mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak kembali merasakan suasana aman dan nyaman setelah menghadapi situasi yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Ia menjelaskan, pemulihan masyarakat pascainsiden membutuhkan proses dan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak larut dalam suasana yang membuat mereka takut atau cemas. Kami hadir untuk mendampingi mereka. Polisi bukan hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman,” ujarnya.

Selain trauma healing, jajaran Polres SBB juga menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat berupa dua karton popok bayi, dua karton pembalut wanita, dua karton mi instan, empat rak telur ayam, satu karton minyak goreng ukuran satu liter, 15 kilogram gula pasir, dua karton detergen, serta perlengkapan mandi berupa sabun, sampo, dan sikat gigi.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan kegiatan trauma healing menjadi bagian dari penanganan pascainsiden yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga kebutuhan psikososial masyarakat.

Menurut dia, pendekatan terhadap anak-anak perlu dilakukan secara humanis melalui kegiatan yang menyenangkan agar mereka tidak kembali teringat pada pengalaman yang kurang menyenangkan.

“Anak-anak kita ajak bermain, berinteraksi dan belajar bersama. Pesannya sederhana, bahwa mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli terhadap mereka. Ini bagian dari cooling system yang dilakukan Polri untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan kondusif,” ujarnya.

Polda Maluku, kata dia, akan terus mendorong jajaran kewilayahan melakukan langkah preventif dan humanis dalam proses pemulihan masyarakat pascainsiden.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026