AMBON (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono mendorong optimalisasi potensi sektor pertanian Maluku agar tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Potensi pertanian di Maluku harus dieksekusi sehingga membawa dampak baik bagi perekonomian rakyat, termasuk memberikan PAD bagi pemerintah daerah,” kata dia di Ambon, Minggu (20/9).

Hal itu dikatakannya usai melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Maluku periode 2026-2031 di Kantor Gubernur Maluku.

DPD HKTI Provinsi Maluku ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan DPN HKTI Nomor 045/KEP/HKTI/IX/2026 yang merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda).

Menurut dia, Maluku memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui pengelolaan komoditas unggulan secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan sejumlah komoditas unggulan Maluku seperti cengkih, pala, dan kelapa memiliki nilai ekonomi yang besar sehingga perlu didorong dari sisi produksi hingga pengolahan agar memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Maluku memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, termasuk komoditas unggulan seperti cengkih, pala dan kelapa,” ujarnya.

Dirinya mengatakan pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki Maluku. Potensi tersebut harus ditindaklanjuti melalui program yang terukur, penguatan produktivitas petani, hilirisasi, serta sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Ia berharap HKTI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong berbagai program di bidang pertanian dan pangan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Harapannya ada sinergitas antara HKTI dan pemerintah setempat sehingga berbagai program, khususnya di sektor pertanian dan pangan, dapat berjalan lebih baik dan cepat,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku tengah mengoptimalkan sejumlah komoditas lokal unggulan dari sektor perkebunan, pangan, dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan, hilirisasi, serta meningkatkan daya saing komoditas daerah.

Komoditas kelapa dalam dan pala menjadi salah satu fokus pengembangan hilirisasi Pemprov Maluku yang dilakukan bersama PTPN I. Pengembangan kelapa juga diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui varietas unggul, termasuk kelapa dalam varietas Mapanget yang dikembangkan bersama BBRMP Maluku.

Selain itu, pengembangan pangan lokal seperti sagu, ubi kayu atau kasbi, sukun, hotong, dan jagung terus didorong sebagai bagian dari diversifikasi pangan dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras.

Penguatan sektor pertanian tersebut dinilai dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, serta memperkuat sumber penerimaan daerah apabila dikelola secara terpadu.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026