Ambon (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mengolah limbah organik dan anorganik menjadi berbagai produk yang bernilai guna sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Pemanfaatan berbagai bahan organik tersebut dilakukan agar sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan pertanian dapat kembali digunakan sebagai input pertanian,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Sabtu.
Ia menjelaskan, limbah organik seperti daun tanaman, ranting pohon dan sisa hasil panen terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin pencacah untuk kemudian diolah menjadi pupuk organik padat.
Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman di lingkungan pertanian BBRMP Maluku.
Pengolahan limbah tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi volume limbah yang dihasilkan dari aktivitas pertanian.
“Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikembalikan ke lahan dalam bentuk bahan yang bermanfaat bagi tanaman,” ujarnya.
Selain pupuk organik padat, BBRMP Maluku memanfaatkan daun gamal, batang pisang, sabut kelapa hingga buah-buahan yang sudah busuk untuk diolah menjadi pupuk organik cair.
Langkah ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan dari luar sekaligus mendukung produktivitas tanaman.
Sementara itu, limbah anorganik berupa botol minuman plastik dimanfaatkan sebagai bagian dari raised-bed gardening dan media tanam di lingkungan BBRMP Maluku.
Botol plastik yang terkumpul dikreasikan menjadi bagian dari taman agro sehingga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memiliki fungsi sebagai media tanam sekaligus memperindah lingkungan pertanian.
BBRMP Maluku melalui pengelolaan limbah tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian maupun limbah kantor dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang mendukung kegiatan budidaya serta menciptakan lingkungan pertanian yang lebih bersih dan berkelanjutan
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.