Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawasi pergerakan 10,12 ton komoditas pertanian dari Maluku Tengah menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk mencegah penyebaran organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Kamis (1/10), mengatakan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian antarpulau dilakukan untuk memastikan produk yang dikirim memenuhi persyaratan karantina sebelum memasuki wilayah tujuan.
"Pengawasan ini penting untuk memastikan komoditas pertanian yang dilalulintaskan memenuhi ketentuan karantina sehingga risiko masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan dapat dicegah," katanya.
Pengawasan dilakukan terhadap KM Cantika Lestari 10C yang melayani rute Pelabuhan Kobisadar, Maluku Tengah, menuju Pelabuhan Weda, Halmahera Tengah.
Petugas memeriksa berbagai komoditas tumbuhan yang diangkut kapal tersebut, di antaranya tomat sebanyak 7.810 kilogram, durian 2.180 kilogram, dan daun bawang 130 kilogram.
Selain itu, terdapat komoditas pertanian berupa cabai, gula merah, kunyit, serai, pepaya, lemon cina, sukun, dan kemiri yang turut diperiksa petugas karantina.
Willy menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian jenis dan kondisi komoditas serta pemenuhan persyaratan karantina sebelum dikirim ke daerah tujuan.
"Petugas memeriksa kesesuaian dokumen dan kondisi komoditas, dari situ bisa terindikasi apakah ada penyakit atau tidak, ini penting untuk memastikan agar komoditas pertanian kita aman," katanya.
Menurut dia, pengawasan lalu lintas komoditas pertanian antarpulau menjadi bagian penting dalam melindungi sumber daya hayati karena perpindahan komoditas dapat menjadi salah satu jalur penyebaran OPTK dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
BKHIT Maluku terus memperkuat pengawasan pada pintu keluar dan masuk wilayah Maluku, termasuk jalur pelayaran antarpulau, untuk memastikan lalu lintas komoditas pertanian berlangsung sesuai ketentuan karantina.
"Pengawasan di pintu keluar dan masuk menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tumbuhan dan melindungi sumber daya hayati dari ancaman organisme pengganggu," ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.