Ternate, 2/1 (Antara Maluku) - Antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), dalam sepekan terakhir diduga karena lahan SPBU memiliki ruang parkir sempit dan mobil tangki rusak.

Sales Eksekutif Retail VI PT Pertamina Persero Andi Arifin, di Ternate, Senin, mengatakan kebanyakan SPBU dan APMS yang ada di Kota Ternate ini memiliki lahan yang sempit, sehingga ketika pengguna kendaraan ingin mengisi bahan bakar harus antre.

Sebelumnya, warga Ternate mengeluhkan bahan bakar minyak (BBM) mengalami kelangkaan dan sejumlah SPBU tak lepas dari antrean panjang dalam lima hari terakhir, apalagi kelangkaan BBM ini dipicu keterlambatan distribusi dari PT Pertamina.

Andi Arifin mengatakan PT Pertamina berjanji akan segera memasok BBM yang diperlukan, sehingga pelayanan bagi pengguna kendaraan akan berjalan normal, meskipun sejak pagi hingga sore masih terjadi antrean panjang.

Diakuinya, selama lima hari terakhir BBM yang masuk ke SPBU hanya 10-15 kiloliter (kl)/hari, padahal jatah yang biasa diterima di atas 25 kl/hari.

Ia menambahkan, kapal tanker pembawa BBM sedang meluncur dan telah tiba di Ternate, selanjutnya BBM akan didistribusikan ke semua SPBU dan APMS untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami meminta manajemen SPBU dan pengecer tidak memanfaatkan kondisi ini untuk menimbun BBM maupun menjual dengan harga tiga kali lipat dari harga normal," ujarnya lagi.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas Maluku Utara Nasri Abubakar ketika dihubungi mengakui, antrean panjang di SPBU dikarenakan mobil pengangkut minyak dari depot Pertamina ke SPBU atau APMS salah satunya mengalami kerusakan.

"Mobil yang mengalami kerusakan itu adalah mobil pengangkut bahan bakar ke SPBU dan APMS dengan kapasitas besar, yaitu 800 kl, sehingga pasokan BBM di SPBU dan APMS untuk angkot dan mobil dengan kapasitas kecil," ujarnya lagi.

Dengan begitu, katanya pula, seharusnya BBM diangkut dengan mobil berkapasitas 800 kl, sehingga bisa memenuhi SPBU dan APMS per satu hari menjadi lamban karena mobil tersebut salah satunya mengalami kerusakan.

Karena itu, pasokan BBM ke SPBU dan APMS dipasok sedikit-sedikit karena menggunakan mobil yang kapasitasnya lebih kecil, kata dia.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026