BI Maluku Sosialisasi KEKR Edisi Mei-2017

BI Maluku Sosialisasi KEKR  Edisi Mei-2017

Suasana Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Edisi Mei 2017 digelar Perwakilan Bank Indonesia Maluku di Hotel The Natsepa, Suli, Maluku Tengah, Kamis (15/6) (John Soplanit)

Ambon, 15/6 (Antara Maluku) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, di Ambon, Kamis, melaksanakan sosialisasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) edisi Mei - 2017.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti 100 peserta dari perwakilan perbankan di Maluku, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Maluku dan pelaku usaha, dibuka Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku, Bambang Pramasudi.

"Kami melakukan sosialisasi KEKR untuk mendapatkan masukan dari para peserta untuk perbaikan dari Bank Indonesia," ujarnya.

Apalagi, para pesertanya dari dunia usaha yang BI selalu melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang mewakili industrinya.

"Kalau kita ingin mengetahui kondisi perhotelan atau restoran, maka BI mempunyai konteks yang dikunjungi mewakili industri," kata Bambang.

Jadi BI bukan hanya mendata, tetapi mengunjungi dan mewawancarai guna mendapatkan data-data yang riil dilakukan pelaku usaha.

Dia mengatakan, BI Maluku setiap bulan melakukan hal ini terkait perkembangan ekonomi maupun keuangan di daerah ini.

BI setiap posisi akhir triwulan dari hasil-hasil tersebut disosialisasikan. Padahal, ada dalam bentuk buku tetapi perlu disosialisasikan dalam bentuk pokok-pokoknya.

Kegiatan sosialisasi ini bermanfaat supaya stake holder kita di Maluku bisa aktif dengan kondisi ekonomi keuangan yang ada di Maluku.

Bambang mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 kawasan timur Indonesia (KTI), tercatat sebesar 5,0 persen lebih rendah dari triwulan IV-2016.

Perlambatan terutama disebabkan oleh kontraksi ekspor konsentrat tembaga dari Papua (PT.Freeport) dan NTB (PT.Amman) seiring dengan berakhirnya periode izin ekspor mineral mentah dari kedua eksportir tersebut.

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan I-2017 sisi penawaran yakni tumbuh positif 6,19 persen, lebih tinggi dibanding triwulan yang lalu yakni 5,91 persen.

"Peningkatan kinerja ekonomi Maluku didorong oleh stabilnya sektor pertanian, perikanan dan meningkatnya sektor konstruksi di sisi penawaran, serta penguatan konsumsi rumah tangga," ujarnya.

Dari sisi permintaan, didorong oleh perbaikan komponen konsumsi pada segala sektor, baik rumah tangga,LNPRT, dan konsumsi pemerintah, dibanding triwulan sebelumnya.