BPS: Agustus 2017 Nilai Impor Maluku Turun

Ambon, 4/10 (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku mencatat pada bulan Agustus 2017 nilai impor Provinsi Maluku mencapai 30,59 juta dolar Amerika Serikat atau turun sebesar 73,32 persen bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Juli 2017 yang mencapai 114,64 juta dolar Amerika Serikat.

Sedangkan pada Agustus 2016 Maluku melakukan impor sebesar 14,83 juta dolar Amerika Serikat atau terjadi peningkatan impor sebesar 106,27 persen secara year on year, kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk di Ambon, Rabu.

Dia mengatakan, selama periode Januari-Agustus 2017 nilai impor Maluku mencapai 286,12 juta. Nilai tersebut naik sekitar 137,86 persen jika dibandingkan impor periode yang sama tahun 2016.

"Impor Maluku pada Agustus 2017 berasal dari sektor migas dan non migas, dimana impor sektor migas senilai 26,59 juta dolar Amerika Serikat atau meningkat 1,54 persen dibandingkan impor migas pada bulan Juli 2017. Sedangkan pada sektor non migas impor Maluku mencapai 4,00 juta dolar Amerika Serikat," ujarnya.

Secara kumulatif, lanjutnya, sektor migas masih lebioh tinggi dari sektor non migas imopor Maluku selama Januari-Agustus 2017 yaitu sebesar 67,39 persen dengan nilai 192,81 juta dolar Amerika Serikat.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 nilai ini meningkat sekitar 60,31 persen.

Komoditas migas yang dimpor pada periode Januari-Agustus 2017 adalah komodfiti bahan bakar mineral yakni minyak ringan dan preparatnya tanpa timbal, bahan bakar turbin pesawat terbang , minyak bahan bakar, dan minyak pelumas lainnya.

Sedangkan pada sektor non migas komoditas yang diimpor adalah kapal pendukung alat navigasi, kapal penangkap ikan, tekstil, pipa dan selang dari karet divulkanisir, alat-alat mekanis dan mesin peralatan listrik, pwerlengkapan alat transportasi laut dan barang penunjang terapung lainnya.

Dumangar mengatakan, impor Maluku pada bulan Agustus 2017 berasal dari negara Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat.

"Singapura masih menjadi negara asal impor utama Maluku selama periode Januari-Agustus 2017 dengan nilai mencapai 140,68 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 49,17 persen," katanya.

Data bulan Juli dan Agustus, lanjutnya. merupakan data dengan angka tetap.