BI Imbau Masyarakat Tukar Uang Logam

BI Imbau Masyarakat Tukar Uang Logam

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi (John Soplanit)

Tual, 11/10 (Antara) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Bambang Pramasudi mengatakan, masyarakat di Kota Tual maupun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang tidak mau menggunakan uang logam mulai dari nilai Rp100 hingga Rp1.000 sebaiknya ditukarkan ke bank.

"Kalau tidak mau pakai tukarkan saja ke bank, nanti bank akan mendistribusikan ke swalayan-swalayan yang membutuhkannya, kalau memang di Kota Tual atau Langgur tidak gunakan yah mungkin saja dikirim ke Ambon," ujarnya di Tual, Selasa.

Ia mengatakan, kalau masyarakat kumpulkan uang logam Rp1.000 sebanyak 10 logam dengan demikian nilainya sudah menjadi Rp10.000, begitu juga dengan Rp500, kalau dikumpulkan 10 logam nilainya sudah menjadi Rp5.000.

Sekarang ini di Kota Ambon ada beberapa swalayan yang kekurangan uang logam pecahan Rp1.000 kebawah.

"Jadi silakan dikumpulkan saja, sebab BI punya bank perpanjangan tangan ada di Tual yang namanya kas titipan di BRI yang ada di Langgur, Ibu Kota Kabupaten Maluku TYenggara, jadi BI melakukan kerja sama dengan BRI tujuannya untuk mendistribusikan uang bersih atau uang yang baru," ujarnya.

BI siap menukarkan uang yang lusuh, lanjutnya, dan ditukar dengan uang yang baru, khususnya untuk pecahan Rp20.000 kebawah, Jadi Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 sampai dengan uang logam. Tidak menutupi penukaran juga untuk pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat BI juga akan melaksanakan kas keliling, jadi kas keliling itu langsung melaksanakan penukaran langsung ke masyarakat baik ditempat-tempat keramaian dan sebagainya, sehingga masyarakat bisa membawa uang dan menukarkan disana.

"Kami juga harapkan masyarakat dapat merawat uang kertas rupiah, dan kami juga akan tetap waspada dengan mulai ramainya Pilkada walaupun hingga kini belum terjadi di Maluku tetapi di beberapa provinsi yang lain seiring dengan mulai maraknya Pilkada maka juga mulai marak uang palsu," ujarnya.

Jadi masyarakat tetap waspada, lanjutnya, sebab uang asli itu harus di rabah atau diterawang untuk mengetahui keasliannya.

John N.S

(T.KR-IVA/C/J007/J007) 11-10-2017 07:04:51