Transaksi Emas di Emperan Toko Sepi

Transaksi Emas di Emperan Toko Sepi

Hanny, seorang pedagang emas pinggiran jalan di Kota Ambon. Foto diambil hari Selasa (22/8) (John Soplanit)

Ambon, 15/10 (Antara Maluku) - Transaksi emas yang dilakukan para pedagang di kawasan emperan pertokoan Matahari Ambon Plaza tepatnya di Jl. Johanes Latuharhari, Kota Ambon maupun di depan Kantor Pegadaian Cabang Ambon relatif sepi.

"Masih sepi bang. Belum ada yang melakukan transaksi sejak pagi hari hingga sudah menjelang siang ini masih biasa-biasa saja," kata salah seorang pedagang, Hanny, di Ambon, Minggu.

Ia mengatakan, selama ini warga yang datang hanya melihat-lihat sebentar lalu pergi. Memang ada juga warga yang datang meminta perhiasannya dicuci atau disambung (solder) karena patah.

"Biasanya transaksi emas pinggiran jalan umumnya ramai saat menjelang hari - hari keagamaan, tetapi kalau hari-hari biasa setuasinya seperti yang abang lihat sekarang ternyata sepi," ujarnya.

Selain itu sudah melewati masa liburan sekolah , masyarakat tidak lagi memerlukan dana yang dapat dibilang mendadak.

Walaupun ada saja orang tua yang menjual emas untuk mendapatkan uang tunai agar bisa membantu anak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi diluar daerah.

"Kalau hari-hari biasa seperti sekarang ini tidak terlalu ramai. Saya sejak empat hari belakangan ini belum berhasil melakukan transaksi, baik jual maupun membeli dari masyarakat,"kata Hanny

Apalagi harga emas sekarang ini juga masih bertahan sejak beberapa bulan belakangan yakni Rp580.000/gram. Hal ini yang membuat orang mau menjual emasnya juga masih berpikir-pikir.

Begitu juga dengan emas yang dibeli dari masyarakat juga tergantung dari tingkat kerusakan.

Kalau banyak yang putus atau emasnya sudah lama berarti harganya Rp360.000 hingga Rp390.000/gram. Kelihatan masih bagus Rp400.000/gram.

Hal itu sudah biasa, sebab sebelum dijual harus disolder lagi yang rusak kemudian dicuci sebelum dipajang di meja jualan.

Situasi seperti ini juga dialami pedagang emas pinggiran di depan kantor Pegadaian Ambon.

"Kalau pun ada yang datang, hanya untuk mencuci maupun memperbaiki perhiasan emas yang rusak," ujar Ros.