Kodam Gelar Tatap Muka dengan Tokoh Masyarakat

Kodam Gelar Tatap Muka dengan Tokoh Masyarakat

Mayjen TNI Doni Monardo, mantan Pangdam XVI/Pattimura yang kini menjabat Pangdam III/Simiwangi memberi sambutan dalam acara tatap muka dan sekaligus perkenalan Pangdam Pattimura yang baru, Mayjen TNI Suko Pranoto di Makodam Pattimura di Ambon, Senin (6/11) (Rofinus E. Kumpul)

Ambon, 6/11 (Antara Maluku) - Kodam XVI/Pattimura menggelar tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang berlangsung di Markas Kodam setempat, di Ambon, Senin.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo hadir dalam tatap muka tersebut, dan ini merupakan kegiatan terakhir yang dilaksanakannya, setelah dua tahun tiga bulan bertugas di Kodam XVI/Pattimura dan kemudian dimutasikan sebagai Pangdam III/Siliwangi, Jawa Barat.

Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto sebagai Pangdam XVI/Pattimura yang baru, yang sebelumnya sebagai Danpuspenerbad, juga hadir dalam acara tersebut.

Turut hadir dalam acara Guru Besar Universitas Pattimura Ambon dari Fakultas Perikanan, Prof Alex Retraubun, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Soewandono dan sejumlah pejabat TNI Kodam Pattimura.

Selain itu, perwakilan masyarakat dari Aboru, salah satu negeri/desa di Pulau Haruku, Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang di masa lalu selalu diidentikkan dengan RMS.

Pangdam Doni Monardo selalu mengunjungi negeri itu dan masyarakatnya sangat mengapresiasi karena perhatian besar yang diberikan.

S9ebelumnya, Mabes TNI telah mengumumkan mutasi puluhan Perwira Tinggi (Pati) TNI yang akan dilantik pada 14 November 2017 di Markas Besar (Mabes) TNI, di Jakarta.

Sedangkan serah terima jabatan Pangdam XVI/Pattimura dari pejabat lama Mayjen TNI Doni Monardo ke pejabat yang baru Mayjen TNI Suko Pranoto, akan dilaksanakan pada 17 November 2017, di Ambon.

Tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda tersebut diwarnai testimoni dari peserta yang hadir, tentang sosok Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo selama bertugas di provinsi seribu pulau ini atau sering juga disebut bumi raja-raja atau bumi rempah-rempah.

Umumnya, mereka yang memberi kesaksian memuji kedekatan Pangdam Doni dengan masyarakat Maluku dan program "Emas Biru, Emas Hijau dan Emas Putih" ywng digagasnya.

Di antara tokoh yang hadir tersebut memberikan testimoni, antara lain Prof Alex Retraubun, Dr Abidin Wakano Dosen IAIN Ambon yang juga sebagai Ustad, perwakilan masyarakat dari Maluku Utara khususnya Halmahera Utara, Camat Nusa Laut, Raja Saparua, perwakilan Pers Maluku, Lucky Sopacua dan tokoh pemuda Ichsan Tualeka.

Mereka mengapresiasi Pangdam Doni Monardo yang telah berbuat banyak untuk kesejahteraan masyarakat Maluku maupun Maluku Utara melalui program Emas Biru, Emas Hijau dan Emas Putih, selain tugas pokok TNI menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI dari ancaman baik dari dalam maupun dari luar.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan Maluku dan Maluku Utara merupakan daerah yang sangat potensial untuk mengembangkan program emas biru yakni budidaya ikan keramba, karena banyak teluk yang bisa dimanfaatkan, selain budidaya udang.

Kemudian untuk program emas hijau, banyak tanaman rempah-rempah selain tanaman endemik yang bernilai ekonomi tinggi dan perlu dibudidayakan supaya tidak musnah, karena ada juga beberapa jenis pohon yang tidak ada di daerah lain.

"Di Negeri Aboru banyak sekali pohon Gaharu yang bernilai ekonomis tinggi, bahkan ratusan tahun tidak pernah diketahui. Karena itu, masyarakat di daerah itu perlu lestarikan hutan dan menjaga aset-aset yang ada di dalamnya khususnya pohon-pohon yang bernilai ekonomi tinggi tersebut," kata Pangdam.



Acara ditutup dengan sambutan Mayjen TNI Suko Pranoto selaku Pangdam XVI/Pattimura.

Ia mengatakan dirinya mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh Mayjen TNI Doni Monardo, dan siap melanjutkannya.

"Saya menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan, tanpa ada dukungan dari bapak/ibu sekalian dan bersama-sama melaksanakannya. Saya siap bekerja sama dengan bapak/ibu sekalian untuk membangun Maluku yang lebih baik," katanya.