Kesbangpol Bandung Belajar Penerapan Toleransi di Ambon

Kesbangpol Bandung Belajar Penerapan Toleransi di Ambon

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bertukar cinderamata dengan Ketua Badan Kesbangpol Kota Bandung, Jawa Barat, Hikmat, dalam kegiatan kunjungan kerja badan tersebut untuk belajar cara hidup orang basudara yang menciptakan perndamaian antarumat beragama, di Ambon, Rabu (8/11) (Penina Mayaut)

Ambon, 8/11 (Antara) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Jawa Barat belajar penerapan toleransi kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon, Maluku.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung, Hikmat menyatakan, kunjungan kerja di Kota Ambon untuk belajar banyak hal terkait kerukunan hidup orang basudara, yang menjadi ujung tombak terwujudnya toleransi antarumat beragama.

"Sekitar 17 tahun lalu tepatnya tahun 1999 Kota Ambon pernah dilanda konflik sosial yang merusak tatanan kehidupan masyarakat yang ada, kami di Bandung tertarik untuk mempelajari bagaimana membentuk sebuah kota yang penuh dengan hidup toleransi dan saling menghormati, saling menghargai satu dengan yang lainnya," katanya di Ambon, Rabu.

Menurut dia, praktek kehidupan yang penuh toleransi sangat dibutuhkan implementasinya di kota Bandung, mengingat daerah ini pun plural multietnis.

"Sudah tentu apa yang kami dipelajari selama berada di Kota Ambon, akan diterapkan juga di Bandung. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil untuk membentuk kampung toleransi di setiap kecamatan," ujarnya.

Hikmat menjelaskan, Wali Kota Bandung telah menginstruksikan untuk membentuk kampung toleransi, saat ini jumlah kecamatan di kota Bandung sebanyak 30.



"Kita berharap setelah kembali ke Bandung kita dapat mengimplementasi apa yang dipelajari selama di Ambon, dan dalam waktu dekat dapat dibentuk kampung toleransi di setiap kecamatan," tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Kesbangpol Kota Bandung, yang telah mempercayakan Kota Ambon sebagai kota tujuan dalam rangka kunjungan untuk belajar tentang toleransi.

"Kunjungan Kesbangpol Bandung sekaligus belajar toleransi telah memberikan harapan besar bagi pencitraan kembali Kota Ambon pasca konflik, sebagai daerah yang sudah dapat dipercaya lagi untuk dikunjungi oleh publik nasional maupun internasional," kata Wali Kota Richard.

Selama berada di Kota Ambon, rombongan Badan Kesbangpol Kota Bandung akan mengunjungi beberapa desa, yang dalam aktivitas keseharian masyarakatnya terimplementasi jelas praktik kehidupan saling toleransi.

"Selama berada di Ambon tim Kesbangpol akan mengunjungi sekaligu sbelajar terkait konflik sosial melanda kota ini, seperti di Desa Wayame, Desa Latta, dan juga Desa Waiheru," tandasnya.