Film Pendayung Terakhir Masuk Nominasi UCIFEST-UMN

Film Pendayung Terakhir Masuk Nominasi UCIFEST-UMN

Suttadara film dokumenter Pendayung Terakhir, Ali Bayanudin Kilbaren (Shariva Alaidrus)

Ambon, 13/11 (Antara Maluku) - Film dokumenter "Pendayung Terakhir" garapan Ali Bayanudin Kilbaren, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, dinominasikan dalam Animation & Film Festival Universitas Multimedia Nusantara (UCIFEST-UMN) yang ke-8.

"Kami baru dikonfirmasi kemarin oleh pihak panitia, alhamdulillah urutan pertama. Penganugerahannya 23 November nanti di Jakarta," kata Ali Bayanudin Kilbaren saat dihubungi via telepon gengamnya dari Ambon, Senin.

Pendayung Terakhir merupakan satu dari 260 film yang terdaftar di UCIFEST-UMN ke-8 dan berhasil lolos setelah melewati proses kurasi.

Film yang mengisahkan tentang Arief Ren`el (47), pendayung perahu tradisional rute Desa Galala, Kecamatan Baguala - Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon tersebut dinominasikan untuk kategori dokumenter mahasiswa.

"Awalnya kami dapat informasi dari teman-teman dan melalui laman instagram UCIFEST, tidak menyangka juga bisa lolos kurasi dan masuk nominasi," ucapnya.



Selain Pendayung Terakhir, ada lima film lainnya yang juga lolos nominasi untuk kategori dokumenter mahasiswa, yakni Arsa Bintang Candra (Ainul Fikri), Passion Before Toe (Calvionita S.), Wiwitan (Rizki Guntari Septian), dan Ojek Lusi (D. Winner M. Wijaya).

Sebelum penganugerahan dilangsungkan, keenam film dokumenter tersebut dijadwalkan akan dipertontonkan kepada publik secara bergilir di UMN pada 21 - 23 November 2017.

"Belum pasti bisa hadir di acara penganugerahan, sepertinya nanti akan diwakili oleh Husni Mubarak Tokomadoran (kameramen film Pendayung Terakhir). Mudah-mudahan filmnya bisa menang," kata Ali.

Pendayung Terakhir adalah karya pertama Ali Kilbaren sebagai seorang sutradara. Film yang digarap selama setahun itu baru rampung pada Mei 2017 dan di-screening di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada Agustus 2017.

Tak hanya di UCIFEST-UMN, Ali juga menargetkan untuk mengikutsertakan film Pendayung Terakhir pada sejumlah festival lainnya, salah satunya adalah Festival Film Dokumenter Bali yang akan berlangsung pada Juni 2018.

"Ada target untuk ke beberapa festival lainnya, kalau misalnya temannya sesuai dengan film kami, maka akan kami coba ikut sertakan juga," tandas Ali.