Keputusan mengakhiri upaya pencarian setelah dilakukan pemantauan serta koordinasi yang di lakukan Kansar TTE bersama Unit Siaga SAR Bacan dengan Orari/Rapi Bacan, Kupp Labuha, Pos TNI AL Bacan dan Srop TTE, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate M Arafah di Ternate, Jumat.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasi dan pemantauan sampai dengan hari ke-7? bahwa tidak lagi ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. maka Kansar TTE melakukan Penutupan Operasi SAR dan Pemantauan 1 Rakit yang hanyut di perairan Malut dengan kesimpulan satu orang dinyatakan hilang.
Namun tetap melakukan pemantauan apabila nanti ada tanda-tanda keberadaan korban maka operasi akan kembali dibuka dan telah memapelkan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan laut malut, apabila melihat korban agar segera melapor ke Basarnas Ternate.
Sekitar pukul 11. 45 WIT dikerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Bacan dan Potensi SAR Halmahera Selatan bergerak menuju LKP dengan menggunakan 1 Unit RIB dengan gelombang laut 1-2 meter.
Hilangnya seorang nelayan asal Bitung itu diketahui melalui informasi anggota Orari Bacan, Efendi yang melaporkan bahwa beliau menerima panggilan darurat di frequency Radio 14.410 Mhz dari rompong yang hanyut dari Perairan Bitung Sulawesi Utara.
Dari hasil komunikasi, bahwa rompong tersebut sudah berada di 5 NM sebelah barat pulau Lata - Lata, Halmahera Selatan dengan jarak Pelabuhan Perikanan Bacan (RIB) - LKP : 37.46 NM.
Dalam pencarian itu, tim Basarnas menyiapkan alat medis, alat evakuasi dan kantong mayat dengan personel yanga diterjunkan lima orang dari Basarnas dan dibantu petuags dari Pos TNI-AL Bacan.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.