"Museum Terdistribusi Seni Media Jepang": pameran terbaru yang digelar di Bandara Haneda dengan instalasi augmented reality yang menggambarkan masa lalu feodal Tokyo

Press Release (Asianet)

AsiaNet 80754

TOKYO, 27 September 2019 (Antara/Kyodo JBN- AsiaNet) --

Badan Urusan Budaya sekarang menggunakan Bandara Haneda Tokyo untuk menggelar pameran terbaru dalam proyek "Museum Terdistribusi Seni Media Jepang", sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh cabang pemerintahan untuk mendemonstrasikan seni media/budaya Jepang di sekitar 10 bandara dan institusi lainnya. Acara di Haneda ini terkait dengan pameran lain yang sedang berlangsung di bandara tersebut yang melibatkan Musem Nasional Sejarah Jepang.

Ikhtisar Pameran di Bandara Haneda
Tanggal dan Waktu: Rabu, 11 September sampai Jumat, 27 September 2019 (tahun pertama Reiwa)
*Bagian pengalaman karya seni dibuka untuk umum di sana antara pukul 11:30 dan 18:30 pada tanggal ini.

Lokasi: Dekat Jembatan Nihonbashi Haneda, lantai 5, Terminal Internasional, Bandara Haneda

Konten: Sebuah instalasi yang dikembangkan oleh AR3Bros., trio pembuat Augmented Reality (AR) Jepang, dengan motif karya seni "Adegan Edo Melipat Layar" dan "Diorama Edobashi (Jembatan Jalan Agung Edo)." Karya-karya seni ini menggambarkan periode feodal Edo (Tokyo lama) yang dimiliki oleh Museum Nasional Sejarah Jepang. Suatu bagian diatur di pameran untuk memungkinkan para pengunjung memiliki sebuah pengalaman interaktif dengan instalasi menggunakan perangkat AR.

Website resmi: https://jmadm.jp/en/

Badan Urusan Budaya telah menyelenggarakan serangkaian pameran "Japan Media Arts Distributed Museum" di 10 bandara dan tempat-tempat lain, sebagai bagian dari proyek barunya untuk mendemonstrasikan seni media/budaya Jepang di pintu gerbang ke berbagai wilayah berbeda negara. Acara di Bandara Haneda ini mengikuti pameran pertama, yang diselenggarakan di Bandara New Chitose dekat Sapporo di Jepang bagian utara. Segmen Haneda dari proyek "Museum Terdistribusi" diatur dalam kolaborasi dengan pameran lain yang berlangsung di bandara, berjudul "HANEDA x REKIHARU: Think Japan" dan diselenggarakan bersama oleh Korporasi Terminal Udara Internasional Tokyo dan sejarah museum yang dikenal dengan nama singkatnya yaitu REKIHAKU.

Instalasi ini, yang bertajuk "Mencari Iemitsu (Shogun Tokugawa Iemitsu) dari Layar Lipat, dan Anda akan mengalami periode Edo dengan teknologi AR," diproduksi oleh unit kreatif AR3Bros, menggunakan teknologi AR. Seniman dan kreator ditampilkan di seri ini menangkap sumber daya budaya yang dihasilkan dari berbagai lingkungan lokal melalui perspektif segar mereka dan menampilkannya di tempat-tempat seperti bandara, yang berfungsi sebagai pintu gerbang ke wilayah-wilayah ini. Dengan menampilkan karya-karya seni media, para penyelenggara mengundang para pengunjung untuk menjelajahi jiwa sejati dari budaya-budaya melalui perjalanan mereka.

- Para penyelenggara juga merencanakan untuk menyelenggarakan acara-acara lainnya di Bandara Haneda di masa mendatang. Detailnya akan diumumkan ketika sudah dikonfirmasi.
- Informasi mengenai pameran mendatang dalam seri ini, termasuk nama bandara tuan rumah, akan diperbarui ketika sudah dikonfirmasi.

Untuk detail lebih lanjut:
https://kyodonewsprwire.jp/prwfile/release/M105685/201909251284/_prw_PA1fl_ne0X67v3.pdf

Sumber : Kantor Museum Terdistribusi Seni Media Jepang

Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019