Mantan Dubes Inggris berminat promosikan Indonesia

Mantan Dubes Inggris berminat promosikan Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri) bersama Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kedua kiri) melihat diorama Museum Perumusan Naskah Proklamasi, saat peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Inggris, di Jakarta, Minggu (12/5/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama

London (ANTARA) - Mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik berminat untuk mempromosikan Indonesia  di negaranya dan merindukan Indonesia.

“Saya berminat untuk mempromosikan Indonesia di Inggris,” ujar Malik yang datang bersama istri dan puterinya untuk menyaksikan sebuah pertunjukan yang digelar di gedung Paul Webley Wing kampus SOAS di London, Sabtu.

“Saya rindu Indonesia,” ujarnya. Ketika bertugas di Indonesia ia pun sempat menikmati jajanan pasar seperti “lemper” terbuat dari ketan dan isi irisan daging ayam serta martabak manis.

Baca juga: Moazzam Malik nikmati sajian Indonesia di Temu Masyarakat London

Ia menambahkan Inggris bisa berkolaborasi dengan Indonesia dalam banyak hal apalagi tahun ini dirayakan 70 tahun persahabatan hubungan bilateral antara Indonesia-Inggris.

Dubes Malik mengatakan sudah pernah berkunjung ke acara IKON sebelum menjadi duta besar untuk Indonesia dan bahkan sempat belajar bahasa Indonesia dengan pengurus ARTi UK. 

Dikatakannya, IKON merupakan salah satu cara memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Inggris yang ada di Kota London.

Baca juga: Anies, Moazzam tanam pohon peringati hubungan 70 tahun Indonesia-UK

ARTi UK (Indonesian art within the UK’s cultural diversity) yang didirikan Felia Gerda Nayoan-Siregar merupakan lembaga non profit yang bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia di Inggris baik kesenian gamelan, tarian musik, film sampai kuliner.

Kelompok “Gado-Gado EnSambal,” yang beranggota para seniman  yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Slovenia, Iran, India, dan Bulgaria turut memeriahkan acara tersebut.

“Kita semua senang, yang penting enjoy semua walaupun sulit untuk mengakomodir karena banyak musisi dan berbagai alat musik,“ ujar Boo Boo Sianturi, salah seorang anggota kelompok itu usai pertunjukan.

Baca juga: Perayaan HUT Ratu Inggris di Jakarta jadi momen perpisahan Dubes Malik

Dalam acara festival Indonesia Kontemporer banyak acara budaya yang ditampilkan seperti pelatihan gamelan, seminar tentang sejarah Indonesia dari perangko, perkenalan wayang oleh Byard Jones, demo membuat wayang, pelatihan pencak silat dari Kunao Matjan, dan Harimau Minang, serta pemutaran film Petualangan Menangkap Petir, dan film klasik Harimau Tjampa dan pameran Komik Indonesia.

Pertunjukan lagu-lagu berbagai daerah dibawakan musisi Indonesia Teguh Santoso, tim gamelan Jagat gamelan Jawa, Jagat Gamelan Bali, tari Jawa oleh Gill Roberts dan Musik kecapi suling serta Tarawangsa dari Jabar berhasil menghibur pengunjung di antaranya istri dubes RI di London Hana A Satriyo. 

 

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019