TNI bantu warga perbatasan RI-Timor Leste atasi krisis air

TNI bantu warga perbatasan RI-Timor Leste atasi krisis air

Satuan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Republik Demokrasi Timor Leste (Satgas pamtas RI-RDLT) membantu masyarakat di perbatasan mengatasi krisis air bersih.(ANTARA/HO-TNI)

Jambi (ANTARA) - Satuan tugas TNI pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Republik Demokrasi Timor Leste (Satgas pamtas RI-RDLT) membantu masyarakat yang ada di perbatasan negara dalam mengatasi masalah krisis air bersih dengan cara membuat saluran air dari pegunungan menuju permukiman warga.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Letkol Inf Ikhsanudin melalui rilis yang dikirimkannya, Senin mengatakan kegiatan membantu warga di perbatasan merupakan salah satu bentuk kepedulian dari anggota TNI penjaga perbatasan negara khususnya dari pos Fatubesi Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ.

Ketika mengalami musim kemarau yang panjang seperti saat ini, anggota di Pos Fatubesi  bersama warga  setempat memanfaatkan sumber mata air dari pegunungan untuk disalurkan ke rumah warga yang ada di Dusun Lohali, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Letkol Inf Ikhsanudin, yang juga Komandan Batalyon (Danyon) Yonif Raider 142/KJ mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota satgas pamtas Yonif Raider 142/KJ dalam membantu segala bentuk kesulitan yang dihadapi masyarakat di daerah perbatasan negara.

Baca juga: Kekeringan meteorologis terpanjang landa tiga kabupaten di NTT

Di daerah perbatasan khususnya di Nusa Tenggara Timur saat ini sedang dilanda musim kemarau panjang yang mengakibatkan beberapa daerah sulit untuk mendapatkan air bersih, maka selain tugas pokok Satgas Pamtas menjaga tapal batas negara, prajurit TNI juga ikut membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan yang timbul di daerah itu.

Selain tugas pokok dalam menjaga perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, anggota TNI juga memiliki tugas Binter Satnonkowil dengan melaksanakan karya bakti dan membantu masyarakat perbatasan dalam menghadapi kesulitan, kata Letkol Inf Ikhsanudin.

Kegiatan membuat tempat penampungan sumber mata air yang ada di pegunungan itu dipimpin oleh Wadanpos Fatubesi, Serda Ryan beserta enam orang rekannya.

Sementara itu warga setempat Sipri (27) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan personel Satgas yang telah memberikan bantuan tenaga dalam pembuatan bak air bagi masyarakat Dusun Lohali.

"Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu kami dalam pembuatan bak air ini, dan kami berharap hasil pembangunan ini dapat dinikmati oleh masyarakat yang ada di dusun kami," ujarnya.

Baca juga: Semua kabupaten/kota di NTT alami kekeringan ekstrem, sebut BMKG
 
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019