Australia akan tempatkan imigran di luar kota utama

Australia akan tempatkan imigran di luar kota utama

Seorang anak pencari suaka menangis di pangkuan ibunya di trotoar dekat kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Melbourne (ANTARA) - Pemerintah Australia menyatakan pada Sabtu bahwa mereka tengah meningkatkan jumlah visa untuk pekerja terampil yang ingin pindah ke wilayah di luar kota-kota utama untuk menekan pertumbuhan populasi.

Sebagai salah satu upaya, pemerintah Australia juga akan menambah kuota imigran di bawah program migrasi antarkawasan dari sebelumnya 23.000 menjadi 25.000, seperti disebut dalam pernyataan tertulis dari Kantor Perdana Menteri Scott Morrison.

Bagaimanapun, hal itu tidak berarti bahwa Australia akan mengizinkan masuk lebih banyak imigran.

Baca juga: Australia: Tidak akan ada lagi imigran cilik di Nauru

Sebelumnya, pemerintahan konservatif Morrison telah memangkas kuota imigrasi tahunan dari 190.000 menjadi 160.000 orang per 1 Juli lalu. Sementara 25.000 visa bagi imigran yang bersedia tinggal di kota-kota kecil adalah bagian dari pembatasan kuota tahunan.

Data dari Organisasi Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) menunjukkan bahwa hampir satu pertiga warga Australia adalah mereka yang lahir di luar negara itu.

OECD juga menempatkan Australia sebagai salah satu negara yang memiliki angka pertumbuhan penduduk paling tinggi dengan angka urbanisasi yang tinggi pula.

Baca juga: Australia anggarkan 545 juta dolar untuk pembinaan imigran

Sedangkan menurut daya sensus kependudukan oleh pemerintah pada tahun 2016, dua pertiga penduduk Australia tinggal di pusat-pusat kota wilayah negara itu.

Di antara tahun 2017 hingga 2018, angka penduduk yang tinggal di kota-kota besar itu meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan kota-kota lainnya, seperti dikutip dari data termutakhir pemerintah.

Pertumbuhan penduduk di ibu kota bahkan terhitung mencapai 79% dari total pertumbuhan di seluruh wilayah Australia.

“Kami menggunakan program migrasi untuk mendukung pertumbuhan wilayah-wilayah lain di negara dan menekan populasi di kota-kota utama, karena dengan begitu ekonomi Australia akan lebih kuat,” ujar Morrison.

Baca juga: Australia kembalikan imigran gelap melalui perairan laut Sukabumi

Para migran yang bersedia tinggal di kota di luar Melbourne, Sydney, dan Brisbane akan mendapat akses prioritas dalam proses migrasi.

Sementara lulusan universitas internasional yang tinggal di kota-kota itu akan lebih memenuhi syarat untuk mengajukan visa tinggal dan visa kerja pascastudi di Australia.

Sumber: Reuters
Pewarta : Suwanti
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019