Air bersih vital untuk pembangunan kesehatan Indonesia

Air bersih vital untuk pembangunan kesehatan Indonesia

Menteri Kesehatan Indonesia periode 1998-1999 Profesor Farid Anfasa Moeloek (dua dari kanan depan) berfoto bersama usai menjadi pembicara pada kegiatan Generasi Sehat untuk Indonesia Unggul di Jakarta, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia periode 1998 hingga 1999 Profesor Farid Anfasa Moeloek mengatakan untuk mencapai pembangunan kesehatan Indonesia yang baik maka air bersih menjadi hal vital yang perlu pemerintah siapkan untuk masyarakat. 

"Dengan adanya air bersih maka semua penyakit akan hilang atau dapat diatasi," kata dia saat menjadi pembicara pada kegiatan Generasi Sehat untuk Indonesia Unggul di Jakarta, Selasa.

Jika ketersediaan air bersih sudah ada, maka berbagai kebutuhan masyarakat akan terpenuhi lebih baik sehingga bahaya atau ancaman penyakit dapat diminimalisir sedini mungkin.

Baca juga: Nicholas Saputra soroti percepatan teknologi terhadap anak
Baca juga: Warga kawasan Borobudur diberi bantuan air bersih mahasiswa Untidar


Penyediaan layanan air bersih diharapkan berimbas langsung pada perilaku sehat masyarakat. Sebagai contoh, tidak akan ada lagi warga yang buang air besar (BAB) sembarangan.

"Jika air bersih sudah ada maka akan tersedia jamban yang bersih sehingga tidak ada BAB sembarangan. Karena, masih banyak masyarakat terkendala persoalan jamban," katanya.

Masyarakat harus mau berperilaku sehat dan mau membersihkan lingkungan tempat tinggalnya. 

Sedangkan untuk mencapai generasi Indonesia yang sehat dan unggul, maka pemerintah juga harus bisa menyediakan gizi baik bagi masyarakatnya.

Pemberian gizi tersebut harus dimulai dan terpenuhi bagi ibu hamil, anak-anak hingga orang tua. Apabila asupan gizi sudah bagus maka tidak akan ada stunting atau kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi anak seusianya.

Baca juga: Pelindo - ACT Sumsel distribusikan 105.000 liter air bersih
Baca juga: Menyelaraskan SDG's dengan gelorakan gerakan bantuan air bersih


"Asupan yang cukup demi menghindari gizi buruk dan lain sebagainya," ujarnya.

Penerima penghargaan Maha Putra Adipradana pada 1999 itu juga mengatakan perumahan sehat merupakan salah satu kunci untuk mencapai pembangunan kesehatan.

Terakhir, menurut dia, setelah semua hal itu dapat dipenuhi barulah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan lain sebagainya disediakan.

"Inilah paradigma sehat sebenarnya, bukan sebatas rumah sakit saja," katanya.

Baca juga: Sejumlah daerah di Kabupaten Kediri masih kesulitan air bersih
Baca juga: Sungai sejauh 88 kilometer dibersihkan Aliansi Air secara kolaboratif
 

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019