Oman pamerkan kesenian bertema toleransi di Jakarta

Oman pamerkan kesenian bertema toleransi di Jakarta

Duta Besar Oman untuk Indonesia, Sayyid Nizar bin Al Julanda al-Said membuka pameran seni bertema toleransi "Pesan Islami dari Oman" di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Suwanti)

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia menggelar pameran seni bertajuk "Pesan Islami dari Oman" berlokasi di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta yang mulai dibuka pada Kamis.

"Pameran ini dihadirkan untuk menyebarkan pesan tentang perdamaian, toleransi, serta hidup berdampingan, yang sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan Islam saja, namun juga menyangkut kultural wilayah Arab," ujar Duta Besar Oman untuk Indonesia, Sayyid Nizar bin Al Julanda al-Said.

Nizar menjelaskan bahwa pemerintah Oman sudah sejak 10 tahun lalu menggelar pameran bertema toleransi secara berkala di lebih dari 130 kota di 37 negara, khususnya untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November setiap tahun.

Untuk itu, Nizar mengaku senang bahwa akhirnya pameran ini bisa diselenggarakan di Jakara, terlebih Oman dan Indonesia dianggap mempunyai dasar-dasar keberagaman dan toleransi yang serupa.

Baca juga: Presiden Jokowi diminta tegas tegakkan toleransi antar-umat beragama

Baca juga: Nasaruddin Umar: harus terbiasa hidup di tengah perbedaan

Baca juga: Presiden ajak masyarakat tebar kasih sayang dan toleransi


"Kita berada di tanah toleransi, tanah Pancasila, tanah dengan keberagaman namun penuh persatuan," kata Nizar menambahkan.

Pengawas umum "Pesan islami dari Oman", Mohammad Al Mameri, menambahkan bahwa proses penyelenggaraan pameran itu merupakan contoh tersendiri dari toleransi dalam keberagaman.

"Rangkaian program pada kegiatan ini menunjukkan solidaritas dan kerja sama dapat memberikan kontribusi peradaban yang melampaui semua perbedaan dan orientasi, serta afiliasi intelektual, kebudayaan, dan juga agama," kata dia.

Acara pameran itu dibuka dengan penampilan pelukis pasir dari Oman, Shayma Al Mughairy, dan akan berlangsung selama lima hari pada 14-18 November yang diisi berbagai kegiatan seni, di antaranya penulisan kaligrafi, pertunjukan vokal, dan pemutaran film.

Baca juga: Keragaman genetika tunjukkan orang Indonesia sangat toleran

Baca juga: Kominfo paparkan dilema medsos dalam menjaga toleransi Indonesia
Pewarta : Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019