PM Inggris galang dana buat Big Ben berdentang saat Brexit

PM Inggris galang dana buat Big Ben berdentang saat Brexit

Bendera Inggris berlatar belakang Menara jam Big Ben, London (3012/2019). ANTARA/REUTERS/Toby Melville/aa.

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengajukan penggalangan dana untuk membuat lonceng jam menara Big Ben di gedung parlemen Westminster Palace berdentang saat Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (EU), Brexit.

Dalam wawancara dengan BBC, Selasa, Johnson menyebut, “Kami sedang membuat rencana agar masyarakat bisa urun dana untuk membuat lonceng Big Ben berdentang.”

“Seperti yang diketahui, Big Ben sedang diperbaharui dan tampaknya mereka mengambil dulu bandulnya. Sehingga kita perlu menempatkan bandul itu kembali supaya bisa berdentang pada malam Brexit. Dan itu tidak murah,” kata Johnson menambahkan.

Lonceng seberat 13,7 ton itu lebih banyak tidak dibunyikan sejak 2017 ketika mulai dilakukan renovasi terhadap Menara Elizabeth yang menampungnya, dan direncanakan baru akan selesai pada 2021 mendatang.

Dentang lonceng Big Ben hanya bisa didengar pada saat-saat penting, seperti perayaan Malam Tahun Baru.

Ia menyatakan pengajuan urun dana itu setelah Badan Pengawas Parlemen menolak pengajuan untuk membunyikan bel Big Ben untuk Brexit atas alasan biaya yang mahal.

Biaya yang diperlukan mencapai 500.000 poundsterling (sekitar Rp9 miliar) untuk membunyikan lonceng Big Ben tepat pada 31 Januari pukul 23.00 GMT, menurut Johnson.

Saran yang diajukan oleh Johnson itu muncul setelah anggota parlemen dari kelompok yang memelopori Brexit menyerukan keputusan mundur dari integrasi dengan blok EU yang telah dilakukan selama hampir setengah abad.

Hanya saja, upaya untuk mengabadikan momen Brexit itu dengan dentangan lonceng Big Ben gagal pada pekan lalu.

Perayaan hari Brexit sendiri diagendakan untuk menempatkan Inggris, sekali lagi, pada keputusan yang dianggap tepat setelah melalui lebih dari tiga tahun perdebatan untuk benar-benar meninggalkan blok perdagangan terbesar dunia itu.

Sementara para pendukung Brexit akan merayakan momen itu dengan pesta, masyarakat yang pro EU barangkali tidak akan merasakan hal serupa.

Pemimpin Partai Brexit, Nigel Farage, berencana untuk menggelar perayaan Brexit di Parliament Square, di mana para pendukung nantinya dapat mendengar dentangan lonceng Big Ben.

Lebih dari 12.000 orang telah mendaftar untuk mendapatkan tiket pada hari pertama perayaan itu dipromosikan pada pekan lalu.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Inggris akan cegah perpanjangan transisi Brexit melebihi 2020
Baca juga: Dubes Jenkins sebut Brexit akan tingkatkan hubungan Inggris-Indonesia
Baca juga: Dubes: Inggris beri perhatian pada Indonesia pasca-Brexit

Pewarta : Suwanti
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020